Pemeriksa Ketersediaan Domain v2.0

Periksa usia domain apa pun. Lihat tanggal registrasi dan usia dari RDAP, plus pertama kali situs diarsipkan online, registrar, kedaluwarsa, name server, dan statusnya. Periksa satu domain atau tempel daftar.

Periksa daftar domain
Kami memeriksa dengan data registri langsung (RDAP) dan DNS. Kami tidak pernah mencatat pencarian Anda dan tidak mendaftarkan domain sendiri, jadi tidak ada yang bisa merebut nama yang Anda cari.
Gratis, tanpa pendaftaran. Pencarian Anda tidak disimpan.

Tentang Pemeriksa Ketersediaan Domain

Domain Availability Checker adalah alat gratis yang memeriksa apakah sebuah nama domain masih tersedia untuk didaftarkan atau sudah dimiliki pihak lain, menggunakan data langsung dari registry melalui protokol RDAP. Alat ini menjawab dua masalah klasik pemilik bisnis Indonesia: status "tersedia" yang ternyata keliru, dan riwayat pencarian yang bocor ke penyedia domain. Cukup ketik satu nama untuk diperiksa di puluhan ekstensi sekaligus, atau tempel daftar panjang untuk pengecekan massal. ToolsPivot tidak menjual domain dan tidak mencatat pencarian Anda, sehingga tidak ada konflik kepentingan di balik hasilnya.

Gambaran Umum Domain Availability Checker ToolsPivot

Fungsi Inti

Domain Availability Checker ToolsPivot menentukan status sebuah domain dengan bertanya langsung kepada registry yang mengelola ekstensi tersebut. Input Anda dibersihkan terlebih dahulu: skema https, awalan www, dan path dibuang, lalu nama non-Latin diubah ke punycode sebelum divalidasi. Setelah itu sistem memuat daftar resmi RDAP dari IANA untuk mengetahui registry mana yang melayani ekstensi tersebut, lalu mengirim satu kueri ke server registry. Untuk domain yang sudah terdaftar, respons registry memuat nama registrar, tanggal registrasi, tanggal kedaluwarsa, nameserver, status DNSSEC, dan kode status domain, informasi yang biasanya hanya bisa Anda gali lewat pencarian WHOIS secara manual satu per satu.

Pengguna Utama & Kasus Penggunaan

Pengguna terbesar alat ini adalah pemilik UMKM yang sedang menyiapkan toko online, agensi digital yang mengamankan nama merek klien, dan investor domain yang memantau ratusan nama sekaligus. Konsultan SEO memakainya sebelum merekomendasikan rebranding, sementara developer memeriksa ketersediaan domain proyek sebelum menulis baris kode pertama. Mahasiswa dan konten kreator juga memakainya untuk mencari nama portofolio di ekstensi murah seperti .my.id.

Masalah & Solusi

Masalah utamanya bukan kecepatan, melainkan kepercayaan terhadap hasil. Banyak pemeriksa domain memakai daftar server WHOIS yang tidak lagi diperbarui, sehingga ekstensi baru dilaporkan "tersedia" padahal sudah terdaftar, dan pengguna baru menyadarinya saat checkout ditolak. Alat ini membaca data registry secara langsung setiap kali diminta, lalu menandai secara jujur ekstensi yang jawabannya bersifat perkiraan. Bila nama incaran Anda sudah diambil, generator nama domain membantu menyusun alternatif yang masih bebas.

Manfaat Utama Domain Availability Checker

  • Data Registry Langsung: Setiap jawaban berasal dari server registry pengelola ekstensi, bukan dari basis data pihak ketiga yang berumur beberapa hari.
  • Tanpa Pencatatan Pencarian: Nama yang Anda ketik tidak disimpan, tidak dijual, dan tidak dipakai untuk retargeting iklan domain.
  • Bebas Risiko Front-Running: Alat ini bukan registrar dan tidak bisa mendaftarkan domain, sehingga nama incaran Anda tidak mungkin diambil lebih dulu setelah dicari.
  • Cek Puluhan Ekstensi Sekaligus: Ketik satu nama, dapatkan status untuk .com, .id, .co.id, .my.id, .net, dan ekstensi populer lainnya dalam satu tampilan.
  • Detail Pemilik untuk Domain Terpakai: Registrar dan tanggal kedaluwarsa ditampilkan terbuka, informasi yang biasanya disembunyikan di balik penawaran berbayar. Pasangkan dengan pemeriksa umur domain untuk menilai kematangan sebuah aset.
  • Pengecekan Massal dengan Ekspor CSV: Tempel daftar puluhan nama, biarkan hasilnya mengalir satu per satu, lalu unduh sebagai CSV untuk dianalisis di spreadsheet.
  • Kejujuran soal Ketidakpastian: Ekstensi yang tidak menyediakan RDAP diberi label perkiraan, bukan dipaksakan menjadi jawaban pasti.
  • Konteks Nilai Domain: Untuk domain bekas yang ingin Anda beli, pemeriksa otoritas domain menunjukkan apakah nama itu membawa kekuatan SEO atau justru beban.

Fitur Inti Domain Availability Checker

  • Mesin RDAP Registry: Kueri dikirim ke server RDAP milik registry, protokol resmi pengganti WHOIS yang mengembalikan data terstruktur dalam format JSON.
  • Bootstrap IANA Otomatis: Daftar resmi pemetaan ekstensi ke server RDAP diambil dari IANA dan disegarkan berkala, sehingga ekstensi baru langsung dikenali.
  • Fallback DNS yang Ditandai: Ekstensi tanpa RDAP diperiksa lewat kueri nameserver, dan hasilnya diberi keterangan bahwa statusnya bersifat perkiraan.
  • Normalisasi Input Cerdas: Tempelan berupa URL penuh, alamat berawalan www, atau nama beraksara non-Latin otomatis dirapikan menjadi domain murni.
  • Dukungan Punycode: Nama domain internasional dikonversi ke format punycode agar registry dapat memprosesnya dengan benar.
  • Mode Multi-Ekstensi: Masukkan nama tanpa ekstensi dan sistem memeriksanya di seluruh ekstensi populer, termasuk keluarga .id.
  • Mode Massal: Daftar panjang diproses tiga domain sekaligus dengan satu percobaan ulang otomatis bila ada gangguan koneksi.
  • Hasil Streaming: Status muncul begitu setiap domain selesai diperiksa, tanpa menunggu seluruh antrean rampung. Untuk membuka banyak hasil sekaligus, pembuka URL massal mempercepat proses verifikasi.
  • Detail Nameserver dan DNSSEC: Untuk domain terdaftar, alat menampilkan nameserver aktif dan status DNSSEC. Gunakan pencarian DNS bila Anda perlu menelusuri seluruh catatan DNS-nya.
  • Kode Status Domain: Label seperti clientTransferProhibited atau redemptionPeriod ditampilkan apa adanya, memberi petunjuk apakah domain sedang dikunci atau menuju kedaluwarsa.
  • Tautan Registrasi Langsung: Domain berstatus tersedia dilengkapi tautan pendaftaran, tanpa memaksa Anda melewati halaman penawaran hosting.
  • Pemetaan Domain ke Server: Setelah tahu sebuah domain terpakai, konversi domain ke IP membantu memastikan situsnya benar-benar aktif atau sekadar diparkir.

Cara Kerja Domain Availability Checker ToolsPivot

  1. Ketik nama domain, nama tanpa ekstensi, atau tempel daftar nama ke kolom input. Sistem membersihkan setiap baris menjadi domain murni.
  2. ToolsPivot memuat bootstrap RDAP dari IANA untuk menentukan registry mana yang melayani setiap ekstensi dalam daftar Anda.
  3. Untuk ekstensi ber-RDAP, satu kueri dikirim ke server registry. Respons 404 berarti tersedia, respons 200 berarti sudah terdaftar beserta detailnya.
  4. Untuk ekstensi tanpa RDAP, sistem memeriksa keberadaan nameserver. Ada nameserver berarti terpakai, tidak ada berarti kemungkinan besar bebas.
  5. Hasil mengalir ke layar satu per satu. Domain terdaftar menampilkan registrar dan tanggal kedaluwarsa, domain bebas menampilkan tautan pendaftaran.
  6. Unduh seluruh hasil sebagai CSV, lalu verifikasi domain terpilih dengan pemeriksa hosting sebelum mengambil keputusan pembelian.

Kapan Menggunakan Domain Availability Checker

Alat ini paling bernilai pada momen ketika keputusan besar bergantung pada satu nama. Sebelum mencetak kemasan produk, mendaftarkan merek, atau meluncurkan kampanye, ketersediaan domain harus dipastikan lebih dulu. Ia juga berguna setiap kali Anda curiga sebuah nama sudah dipakai tetapi ingin tahu siapa yang memegangnya dan sampai kapan.

  • Sebelum Menetapkan Nama Merek: Pastikan nama pilihan Anda bebas di .com dan .id sebelum biaya desain dikeluarkan.
  • Saat Melindungi Merek: Periksa varian ejaan dan ekstensi turunan agar tidak diambil pihak yang meniru bisnis Anda.
  • Sebelum Membeli Domain Bekas: Cek tanggal kedaluwarsa dan riwayat registrar untuk menilai risiko sebelum bernegosiasi.
  • Saat Mengaudit Portofolio: Tempel seluruh daftar domain perusahaan dan temukan mana yang akan segera kedaluwarsa.
  • Ketika Domain Kompetitor Menghilang: Pantau apakah domain yang ditinggalkan sudah kembali bebas untuk didaftarkan.
  • Sebelum Migrasi Situs: Verifikasi nameserver dan status kunci transfer agar perpindahan tidak tertunda.
  • Saat Menyaring Nama Proyek: Uji lusinan kandidat sekaligus daripada mengetik satu per satu di situs registrar.
  • Ketika Situs Tidak Bisa Diakses: Bedakan antara domain kedaluwarsa dan masalah server dengan pemeriksa keamanan situs sebagai langkah lanjutan.

Ada satu batasan yang perlu dipahami. Status "tersedia" dari registry tidak selalu berarti domain bisa langsung dibeli dengan harga standar, karena registry berhak menandai nama tertentu sebagai premium atau cadangan. Untuk keluarga .id, verifikasi dokumen oleh PANDI juga bisa membatalkan pendaftaran setelah pembayaran.

Kasus Penggunaan / Aplikasi

UMKM Naik Kelas ke Toko Sendiri

Konteks: Penjual yang selama ini bergantung pada Tokopedia dan Shopee ingin membangun toko online mandiri.

  • Tempel enam kandidat nama merek ke mode multi-ekstensi
  • Bandingkan ketersediaan di .com, .id, .co.id, dan .my.id
  • Pilih nama yang bebas di minimal dua ekstensi utama

Hasil: Nama merek konsisten di seluruh kanal, tanpa perlu mengganti identitas enam bulan kemudian.

Agensi Mengamankan Merek Klien

Konteks: Agensi digital Jakarta menangani peluncuran merek baru untuk klien manufaktur.

  • Susun daftar 40 varian nama dan salah ejaan yang mungkin
  • Jalankan pengecekan massal, ekspor hasil ke CSV
  • Daftarkan varian bebas, catat pemilik varian yang sudah terpakai

Hasil: Klien mengamankan seluruh varian penting dalam satu hari kerja dengan anggaran terukur.

Investor Domain Memantau Kedaluwarsa

Konteks: Investor domain lokal mengincar nama industri yang pemiliknya berhenti memperpanjang.

  • Pantau tanggal kedaluwarsa dari data registry secara berkala
  • Perhatikan kode status seperti redemptionPeriod dan pendingDelete
  • Nilai kekuatan tautan lewat pemeriksa backlink sebelum menawar

Hasil: Keputusan pembelian didasarkan pada tanggal registry yang akurat, bukan tebakan.

Developer Menyiapkan Peluncuran Produk

Konteks: Tim produk startup fintech menyiapkan subdomain dan domain utama sebelum integrasi Midtrans.

  • Verifikasi ketersediaan domain utama dan varian dokumentasi
  • Periksa nameserver domain lama yang akan dipensiunkan
  • Pastikan sertifikat siap dengan pemeriksa SSL setelah domain aktif

Hasil: Peluncuran berjalan tanpa penundaan akibat domain yang ternyata sudah terdaftar.

RDAP dan WHOIS: Mengapa Perbedaannya Penting

RDAP adalah protokol resmi pengganti WHOIS yang dijalankan langsung oleh registry pemilik ekstensi. Perbedaan praktisnya besar: WHOIS mengembalikan teks bebas yang formatnya berbeda-beda antar registry dan sering dibatasi jumlah kuerinya, sedangkan RDAP mengembalikan JSON terstruktur dengan kode respons HTTP yang tegas. Status 404 berarti nama itu tidak ada di basis data registry, dan status 200 berarti nama itu terdaftar lengkap dengan atributnya. Karena jawabannya berasal dari sumber otoritatif, tidak ada lapisan perantara yang bisa menyajikan data basi. PANDI, registry pengelola .id, mencantumkan server RDAP resminya di catatan delegasi IANA, sehingga domain Indonesia mendapat perlakuan data yang sama akuratnya dengan .com. Bila hasil menunjukkan domain terdaftar dan Anda mencurigai penyalahgunaan, pencarian blacklist dapat memperjelas reputasinya.

Memahami Hasil untuk Ekstensi Tanpa RDAP

Sebagian ekstensi belum menyediakan server RDAP, dan alat ini tidak berpura-pura sebaliknya. Nama seperti .io, .co, dan sejumlah ekstensi negara diperiksa dengan cara berbeda: sistem mencari nameserver domain tersebut. Jika nameserver ditemukan, domain hampir pasti sudah terdaftar. Jika tidak ditemukan, domain kemungkinan besar bebas, tetapi label perkiraan tetap ditampilkan karena domain terdaftar bisa saja belum dipasangi nameserver sama sekali. Kesalahan fatal yang dilakukan banyak pemeriksa lain adalah membaca "tidak ada server RDAP" sebagai "tersedia", dan itulah sumber sebagian besar hasil positif palsu. Konfirmasikan selalu di halaman registrar sebelum membayar, dan bila domain tampak aktif namun tidak merespons, pemeriksa status server akan memperjelas situasinya.

Memilih Ekstensi .id yang Tepat

Ekstensi .id kini lebih dominan daripada .com di Indonesia, dengan pangsa pasar sekitar 58 persen per Juli 2025 menurut PANDI, dan total 1.431.960 nama domain terdaftar hingga akhir 2025. Namun setiap turunan .id punya syarat berbeda, dan status "tersedia" tidak menjamin Anda memenuhi syaratnya.

EkstensiPeruntukanSyarat Dokumen
.idPerorangan dan badan usahaIdentitas, dokumen usaha bila non-perorangan
.co.idBadan usaha berbadan hukumNIB atau akta, identitas penanggung jawab
.my.idPerorangan dan komunitasTanpa dokumen khusus
.biz.idPelaku UMKMIdentitas Indonesia
.or.idOrganisasi dan yayasanAkta atau surat organisasi
.ac.idPerguruan tinggiSK pendirian dan surat pimpinan

Untuk portofolio pribadi atau blog, .my.id adalah pilihan termurah dan paling cepat aktif. Untuk perusahaan yang menargetkan kepercayaan pasar lokal, .co.id sepadan dengan proses verifikasinya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu Domain Availability Checker?

Domain Availability Checker adalah alat yang memeriksa apakah sebuah nama domain masih bebas didaftarkan atau sudah dimiliki orang lain. Alat ini menanyakan status langsung ke registry pengelola ekstensi, lalu menampilkan registrar dan tanggal kedaluwarsa untuk domain yang sudah terpakai.

Apakah cek domain di sini gratis dan perlu daftar akun?

Gratis sepenuhnya dan tanpa pendaftaran akun. Tidak ada batas harian tersembunyi, tidak ada verifikasi email, dan seluruh fitur termasuk pengecekan massal serta ekspor CSV terbuka untuk semua pengunjung.

Apa bedanya RDAP dengan WHOIS?

RDAP adalah protokol modern yang menggantikan WHOIS dan dijalankan langsung oleh registry. RDAP mengembalikan data terstruktur dengan kode status yang jelas, sedangkan WHOIS mengembalikan teks bebas dengan format berbeda-beda dan batas kueri yang ketat.

Apakah pencarian domain saya bisa disabotase registrar?

Tidak, karena alat ini bukan registrar dan tidak menyimpan pencarian Anda. Praktik front-running, yaitu mendaftarkan nama yang baru saja dicari pengguna sebelum pengguna sempat membelinya, secara struktural tidak mungkin dilakukan oleh alat yang tidak menjual domain dan tidak mencatat kueri.

Kenapa domain terlihat tersedia tapi ditolak saat checkout?

Penyebab paling umum adalah pemeriksa yang memakai daftar server WHOIS usang sehingga melaporkan status keliru. Penyebab lain adalah nama yang ditandai registry sebagai domain premium atau cadangan, yang tetap muncul sebagai tidak terdaftar meskipun tidak bisa dibeli dengan harga normal.

Bisakah saya cek domain .co.id dan .my.id di sini?

Bisa, karena PANDI menyediakan server RDAP resmi untuk keluarga .id. Anda akan melihat status yang sama akuratnya dengan .com, meskipun pendaftaran .co.id tetap memerlukan verifikasi dokumen seperti NIB oleh registrar terakreditasi.

Berapa banyak domain yang bisa dicek sekaligus?

Anda bisa menempel daftar panjang dan sistem memprosesnya tiga domain sekaligus agar tidak membebani server registry. Hasil muncul secara mengalir, jadi Anda tidak perlu menunggu seluruh daftar selesai sebelum melihat status pertama.

Apakah hasil untuk .io dan .co bisa dipercaya?

Hasilnya bersifat perkiraan dan selalu diberi label demikian. Ekstensi tersebut belum menyediakan RDAP publik, sehingga statusnya disimpulkan dari keberadaan nameserver, dan sebaiknya dikonfirmasi di halaman registrar sebelum pembayaran.

Kenapa domain tanpa website tetap berstatus terdaftar?

Karena registrasi domain dan keberadaan situs adalah dua hal terpisah. Banyak domain didaftarkan untuk melindungi merek atau diinvestasikan tanpa pernah dipasangi situs, dan Anda bisa memastikannya lewat cek situs sedang down untuk membedakan domain parkir dari server bermasalah.

Apa arti kode status seperti clientTransferProhibited?

Kode itu berarti registrar mengunci domain agar tidak bisa dipindahkan tanpa persetujuan pemilik. Kode lain seperti redemptionPeriod menandakan domain baru saja kedaluwarsa dan masih dalam masa tebusan, sedangkan pendingDelete berarti domain akan segera dilepas ke publik.

Bisakah saya melihat siapa pemilik domain yang sudah terdaftar?

Alat ini menampilkan registrar, tanggal registrasi, tanggal kedaluwarsa, nameserver, dan status DNSSEC dari data registry. Data kontak pribadi pemilik umumnya disamarkan sesuai aturan perlindungan data, termasuk UU PDP di Indonesia.

Apakah domain yang sudah kedaluwarsa langsung bisa didaftarkan?

Tidak langsung, karena ada masa tenggang dan masa tebusan sebelum domain benar-benar dilepas. Proses ini biasanya berlangsung beberapa minggu, dan kode status pada hasil pengecekan menunjukkan tahap mana yang sedang berjalan.

Bagaimana memastikan domain baru saya terindeks Google?

Setelah domain aktif dan situs terpasang, pengindeksan bisa dipantau lewat pemeriksa indeks Google. Domain baru umumnya butuh beberapa hari hingga beberapa minggu untuk muncul, tergantung kualitas konten dan sinyal tautan yang masuk.

Apakah hasil pengecekan disimpan ToolsPivot?

Tidak ada basis data pencarian pengguna di ToolsPivot sama sekali. Hasil registry disimpan sementara dalam cache selama beberapa jam demi kecepatan, tanpa dikaitkan dengan identitas atau alamat IP siapa pun.



Report a Bug
ToolsPivot

CONTACT US

marketing@toolspivot.com

ADDRESS

Ward No.1, Nehuta, P.O - Kusha, P.S - Dobhi, Gaya, Bihar, India, 824220

Our Most Popular Tools