Periksa usia domain apa pun. Lihat tanggal registrasi dan usia dari RDAP, plus pertama kali situs diarsipkan online, registrar, kedaluwarsa, name server, dan statusnya. Periksa satu domain atau tempel daftar.
Domain Availability Checker adalah alat gratis yang memeriksa apakah sebuah nama domain masih tersedia untuk didaftarkan atau sudah dimiliki pihak lain, menggunakan data langsung dari registry melalui protokol RDAP. Alat ini menjawab dua masalah klasik pemilik bisnis Indonesia: status "tersedia" yang ternyata keliru, dan riwayat pencarian yang bocor ke penyedia domain. Cukup ketik satu nama untuk diperiksa di puluhan ekstensi sekaligus, atau tempel daftar panjang untuk pengecekan massal. ToolsPivot tidak menjual domain dan tidak mencatat pencarian Anda, sehingga tidak ada konflik kepentingan di balik hasilnya.
Domain Availability Checker ToolsPivot menentukan status sebuah domain dengan bertanya langsung kepada registry yang mengelola ekstensi tersebut. Input Anda dibersihkan terlebih dahulu: skema https, awalan www, dan path dibuang, lalu nama non-Latin diubah ke punycode sebelum divalidasi. Setelah itu sistem memuat daftar resmi RDAP dari IANA untuk mengetahui registry mana yang melayani ekstensi tersebut, lalu mengirim satu kueri ke server registry. Untuk domain yang sudah terdaftar, respons registry memuat nama registrar, tanggal registrasi, tanggal kedaluwarsa, nameserver, status DNSSEC, dan kode status domain, informasi yang biasanya hanya bisa Anda gali lewat pencarian WHOIS secara manual satu per satu.
Pengguna terbesar alat ini adalah pemilik UMKM yang sedang menyiapkan toko online, agensi digital yang mengamankan nama merek klien, dan investor domain yang memantau ratusan nama sekaligus. Konsultan SEO memakainya sebelum merekomendasikan rebranding, sementara developer memeriksa ketersediaan domain proyek sebelum menulis baris kode pertama. Mahasiswa dan konten kreator juga memakainya untuk mencari nama portofolio di ekstensi murah seperti .my.id.
Masalah utamanya bukan kecepatan, melainkan kepercayaan terhadap hasil. Banyak pemeriksa domain memakai daftar server WHOIS yang tidak lagi diperbarui, sehingga ekstensi baru dilaporkan "tersedia" padahal sudah terdaftar, dan pengguna baru menyadarinya saat checkout ditolak. Alat ini membaca data registry secara langsung setiap kali diminta, lalu menandai secara jujur ekstensi yang jawabannya bersifat perkiraan. Bila nama incaran Anda sudah diambil, generator nama domain membantu menyusun alternatif yang masih bebas.
Alat ini paling bernilai pada momen ketika keputusan besar bergantung pada satu nama. Sebelum mencetak kemasan produk, mendaftarkan merek, atau meluncurkan kampanye, ketersediaan domain harus dipastikan lebih dulu. Ia juga berguna setiap kali Anda curiga sebuah nama sudah dipakai tetapi ingin tahu siapa yang memegangnya dan sampai kapan.
Ada satu batasan yang perlu dipahami. Status "tersedia" dari registry tidak selalu berarti domain bisa langsung dibeli dengan harga standar, karena registry berhak menandai nama tertentu sebagai premium atau cadangan. Untuk keluarga .id, verifikasi dokumen oleh PANDI juga bisa membatalkan pendaftaran setelah pembayaran.
Konteks: Penjual yang selama ini bergantung pada Tokopedia dan Shopee ingin membangun toko online mandiri.
Hasil: Nama merek konsisten di seluruh kanal, tanpa perlu mengganti identitas enam bulan kemudian.
Konteks: Agensi digital Jakarta menangani peluncuran merek baru untuk klien manufaktur.
Hasil: Klien mengamankan seluruh varian penting dalam satu hari kerja dengan anggaran terukur.
Konteks: Investor domain lokal mengincar nama industri yang pemiliknya berhenti memperpanjang.
Hasil: Keputusan pembelian didasarkan pada tanggal registry yang akurat, bukan tebakan.
Konteks: Tim produk startup fintech menyiapkan subdomain dan domain utama sebelum integrasi Midtrans.
Hasil: Peluncuran berjalan tanpa penundaan akibat domain yang ternyata sudah terdaftar.
RDAP adalah protokol resmi pengganti WHOIS yang dijalankan langsung oleh registry pemilik ekstensi. Perbedaan praktisnya besar: WHOIS mengembalikan teks bebas yang formatnya berbeda-beda antar registry dan sering dibatasi jumlah kuerinya, sedangkan RDAP mengembalikan JSON terstruktur dengan kode respons HTTP yang tegas. Status 404 berarti nama itu tidak ada di basis data registry, dan status 200 berarti nama itu terdaftar lengkap dengan atributnya. Karena jawabannya berasal dari sumber otoritatif, tidak ada lapisan perantara yang bisa menyajikan data basi. PANDI, registry pengelola .id, mencantumkan server RDAP resminya di catatan delegasi IANA, sehingga domain Indonesia mendapat perlakuan data yang sama akuratnya dengan .com. Bila hasil menunjukkan domain terdaftar dan Anda mencurigai penyalahgunaan, pencarian blacklist dapat memperjelas reputasinya.
Sebagian ekstensi belum menyediakan server RDAP, dan alat ini tidak berpura-pura sebaliknya. Nama seperti .io, .co, dan sejumlah ekstensi negara diperiksa dengan cara berbeda: sistem mencari nameserver domain tersebut. Jika nameserver ditemukan, domain hampir pasti sudah terdaftar. Jika tidak ditemukan, domain kemungkinan besar bebas, tetapi label perkiraan tetap ditampilkan karena domain terdaftar bisa saja belum dipasangi nameserver sama sekali. Kesalahan fatal yang dilakukan banyak pemeriksa lain adalah membaca "tidak ada server RDAP" sebagai "tersedia", dan itulah sumber sebagian besar hasil positif palsu. Konfirmasikan selalu di halaman registrar sebelum membayar, dan bila domain tampak aktif namun tidak merespons, pemeriksa status server akan memperjelas situasinya.
Ekstensi .id kini lebih dominan daripada .com di Indonesia, dengan pangsa pasar sekitar 58 persen per Juli 2025 menurut PANDI, dan total 1.431.960 nama domain terdaftar hingga akhir 2025. Namun setiap turunan .id punya syarat berbeda, dan status "tersedia" tidak menjamin Anda memenuhi syaratnya.
| Ekstensi | Peruntukan | Syarat Dokumen |
|---|---|---|
| .id | Perorangan dan badan usaha | Identitas, dokumen usaha bila non-perorangan |
| .co.id | Badan usaha berbadan hukum | NIB atau akta, identitas penanggung jawab |
| .my.id | Perorangan dan komunitas | Tanpa dokumen khusus |
| .biz.id | Pelaku UMKM | Identitas Indonesia |
| .or.id | Organisasi dan yayasan | Akta atau surat organisasi |
| .ac.id | Perguruan tinggi | SK pendirian dan surat pimpinan |
Untuk portofolio pribadi atau blog, .my.id adalah pilihan termurah dan paling cepat aktif. Untuk perusahaan yang menargetkan kepercayaan pasar lokal, .co.id sepadan dengan proses verifikasinya.
Domain Availability Checker adalah alat yang memeriksa apakah sebuah nama domain masih bebas didaftarkan atau sudah dimiliki orang lain. Alat ini menanyakan status langsung ke registry pengelola ekstensi, lalu menampilkan registrar dan tanggal kedaluwarsa untuk domain yang sudah terpakai.
Gratis sepenuhnya dan tanpa pendaftaran akun. Tidak ada batas harian tersembunyi, tidak ada verifikasi email, dan seluruh fitur termasuk pengecekan massal serta ekspor CSV terbuka untuk semua pengunjung.
RDAP adalah protokol modern yang menggantikan WHOIS dan dijalankan langsung oleh registry. RDAP mengembalikan data terstruktur dengan kode status yang jelas, sedangkan WHOIS mengembalikan teks bebas dengan format berbeda-beda dan batas kueri yang ketat.
Tidak, karena alat ini bukan registrar dan tidak menyimpan pencarian Anda. Praktik front-running, yaitu mendaftarkan nama yang baru saja dicari pengguna sebelum pengguna sempat membelinya, secara struktural tidak mungkin dilakukan oleh alat yang tidak menjual domain dan tidak mencatat kueri.
Penyebab paling umum adalah pemeriksa yang memakai daftar server WHOIS usang sehingga melaporkan status keliru. Penyebab lain adalah nama yang ditandai registry sebagai domain premium atau cadangan, yang tetap muncul sebagai tidak terdaftar meskipun tidak bisa dibeli dengan harga normal.
Bisa, karena PANDI menyediakan server RDAP resmi untuk keluarga .id. Anda akan melihat status yang sama akuratnya dengan .com, meskipun pendaftaran .co.id tetap memerlukan verifikasi dokumen seperti NIB oleh registrar terakreditasi.
Anda bisa menempel daftar panjang dan sistem memprosesnya tiga domain sekaligus agar tidak membebani server registry. Hasil muncul secara mengalir, jadi Anda tidak perlu menunggu seluruh daftar selesai sebelum melihat status pertama.
Hasilnya bersifat perkiraan dan selalu diberi label demikian. Ekstensi tersebut belum menyediakan RDAP publik, sehingga statusnya disimpulkan dari keberadaan nameserver, dan sebaiknya dikonfirmasi di halaman registrar sebelum pembayaran.
Karena registrasi domain dan keberadaan situs adalah dua hal terpisah. Banyak domain didaftarkan untuk melindungi merek atau diinvestasikan tanpa pernah dipasangi situs, dan Anda bisa memastikannya lewat cek situs sedang down untuk membedakan domain parkir dari server bermasalah.
Kode itu berarti registrar mengunci domain agar tidak bisa dipindahkan tanpa persetujuan pemilik. Kode lain seperti redemptionPeriod menandakan domain baru saja kedaluwarsa dan masih dalam masa tebusan, sedangkan pendingDelete berarti domain akan segera dilepas ke publik.
Alat ini menampilkan registrar, tanggal registrasi, tanggal kedaluwarsa, nameserver, dan status DNSSEC dari data registry. Data kontak pribadi pemilik umumnya disamarkan sesuai aturan perlindungan data, termasuk UU PDP di Indonesia.
Tidak langsung, karena ada masa tenggang dan masa tebusan sebelum domain benar-benar dilepas. Proses ini biasanya berlangsung beberapa minggu, dan kode status pada hasil pengecekan menunjukkan tahap mana yang sedang berjalan.
Setelah domain aktif dan situs terpasang, pengindeksan bisa dipantau lewat pemeriksa indeks Google. Domain baru umumnya butuh beberapa hari hingga beberapa minggu untuk muncul, tergantung kualitas konten dan sinyal tautan yang masuk.
Tidak ada basis data pencarian pengguna di ToolsPivot sama sekali. Hasil registry disimpan sementara dalam cache selama beberapa jam demi kecepatan, tanpa dikaitkan dengan identitas atau alamat IP siapa pun.