Masukkan URL
DNS Lookup adalah alat yang menganalisis record DNS domain untuk mengungkap konfigurasi teknis seperti A Record, MX Record, NS Record, dan TXT Record. Lebih dari 80% masalah website terkait DNS yang tidak terkonfigurasi dengan benar, menyebabkan downtime dan email gagal terkirim. Alat ini membantu webmaster, administrator sistem, dan pemilik bisnis online di Indonesia memverifikasi propagasi DNS dan mendiagnosis masalah konektivitas domain dalam hitungan detik.
DNS Lookup ToolsPivot melakukan query langsung ke server DNS untuk mengambil semua record yang terkait dengan domain tertentu. Pengguna cukup memasukkan nama domain, dan sistem akan menampilkan informasi lengkap termasuk alamat IP, mail server, nameserver, serta record keamanan seperti SPF dan DKIM. Proses ini menggunakan resolver DNS publik untuk memastikan hasil yang akurat dan terkini.
Administrator sistem dan webmaster menggunakan DNS Lookup untuk troubleshooting masalah konektivitas website. Pemilik UMKM memverifikasi konfigurasi domain setelah pembelian hosting baru. Tim IT perusahaan memonitor propagasi DNS saat migrasi server. Developer web mengecek konfigurasi sebelum deployment aplikasi, sementara spesialis email memvalidasi record MX untuk memastikan pengiriman email berfungsi optimal.
Tanpa visibilitas terhadap record DNS, diagnosis masalah website membutuhkan waktu berjam-jam dan seringkali melibatkan kontak support hosting. DNS Lookup memberikan transparansi penuh terhadap konfigurasi domain dalam waktu kurang dari 5 detik. Pengguna dapat langsung mengidentifikasi record yang salah, nameserver yang tidak responsif, atau konfigurasi email yang bermasalah tanpa keahlian teknis mendalam.
Diagnosis Masalah Instan: Identifikasi kesalahan konfigurasi DNS dalam hitungan detik, bukan jam. Cocok digunakan bersama pemeriksa status server untuk analisis menyeluruh.
Verifikasi Propagasi DNS: Konfirmasi bahwa perubahan DNS sudah tersebar ke seluruh jaringan internet global setelah update nameserver atau migrasi hosting.
Audit Keamanan Email: Periksa record SPF, DKIM, dan DMARC untuk memastikan email bisnis Anda tidak masuk folder spam atau ditolak server penerima.
Gratis Tanpa Batas: Lakukan unlimited query DNS tanpa biaya berlangganan atau pembatasan harian, ideal untuk UMKM Indonesia dengan budget terbatas.
Tidak Perlu Instalasi: Akses langsung melalui browser tanpa menginstal software apapun. Gunakan dari komputer, tablet, atau smartphone kapan saja.
Hasil Komprehensif: Dapatkan semua tipe record DNS dalam satu query termasuk A, AAAA, CNAME, MX, NS, TXT, dan SOA secara bersamaan.
Antarmuka Bahasa Indonesia: Interface yang mudah dipahami dengan penjelasan setiap tipe record, memudahkan pengguna non-teknis memahami hasilnya.
Query A Record: Menampilkan alamat IPv4 yang terhubung dengan domain. Gunakan bersama konversi domain ke IP untuk verifikasi ganda.
Query AAAA Record: Mengambil alamat IPv6 domain untuk kompatibilitas jaringan modern dan future-proofing infrastruktur website.
Query MX Record: Menampilkan mail server yang menangani email domain beserta prioritasnya, esensial untuk validasi email yang akurat.
Query NS Record: Mengidentifikasi nameserver yang bertanggung jawab atas DNS domain, penting saat troubleshooting dengan provider hosting.
Query CNAME Record: Mendeteksi alias domain yang mengarah ke domain canonical, berguna untuk subdomain dan CDN configuration.
Query TXT Record: Mengambil record teks termasuk SPF, DKIM, DMARC, dan verifikasi kepemilikan domain untuk Google Search Console.
Query SOA Record: Menampilkan Start of Authority dengan informasi administrator DNS, serial number, dan refresh interval.
Multi-Domain Query: Kemampuan untuk mengecek beberapa domain secara berurutan tanpa perlu refresh halaman berulang kali.
Copy One-Click: Salin hasil DNS dengan satu klik untuk dokumentasi atau sharing dengan tim teknis dan support hosting.
Format Output Terstruktur: Hasil ditampilkan dalam format yang rapi dan mudah dibaca, memisahkan setiap tipe record dengan jelas.
Masukkan Domain: Ketik nama domain lengkap (contoh: namadomain.co.id) pada kolom input. Tidak perlu menyertakan http:// atau www.
Pilih Tipe Record: Pilih record spesifik yang ingin dicek (A, MX, NS, dll.) atau pilih "Semua Record" untuk query komprehensif.
Jalankan Query: Klik tombol "Cek DNS" dan sistem akan mengirim permintaan ke server DNS resolver dalam hitungan milidetik.
Analisis Hasil: Review hasil yang ditampilkan, perhatikan nilai TTL, alamat IP, dan konfigurasi setiap record.
Tindak Lanjut: Gunakan informasi untuk troubleshooting, dokumentasi, atau verifikasi. Jika ditemukan masalah, hubungi provider hosting dengan data spesifik.
DNS Lookup menjadi alat esensial ketika Anda perlu memverifikasi atau mendiagnosis konfigurasi domain. Alat ini sangat berguna setelah melakukan perubahan pada pengaturan DNS di panel hosting atau registrar domain. Kombinasikan dengan WHOIS lookup untuk mendapatkan gambaran lengkap kepemilikan dan konfigurasi domain.
Skenario Penggunaan Spesifik:
Setelah Beli Domain Baru: Verifikasi bahwa nameserver sudah mengarah ke hosting yang benar dalam 24-48 jam setelah pembelian.
Migrasi Hosting: Pastikan A Record sudah berubah ke IP server baru dan propagasi DNS sudah selesai sebelum menghapus akun hosting lama.
Email Tidak Terkirim: Cek MX Record untuk memastikan mail server terkonfigurasi benar ketika mengalami masalah pengiriman atau penerimaan email.
Setup SSL Certificate: Verifikasi record DNS sebelum instalasi SSL, khususnya untuk validasi domain. Gunakan pemeriksa SSL setelah instalasi.
Website Tidak Bisa Diakses: Identifikasi apakah masalah berasal dari DNS atau server dengan mengecek A Record dan NS Record secara bersamaan.
Verifikasi Google Search Console: Konfirmasi bahwa TXT Record untuk verifikasi kepemilikan sudah terpasang dengan benar di DNS.
Audit Keamanan Berkala: Lakukan pengecekan rutin record TXT untuk memastikan SPF, DKIM, dan DMARC masih aktif dan valid.
DNS Lookup juga berguna untuk situasi edge case seperti mengecek konfigurasi subdomain, memverifikasi wildcard DNS, atau mendiagnosis masalah CDN yang memerlukan CNAME record spesifik.
Konteks: Pemilik toko Shopee yang juga memiliki website toko sendiri mengalami downtime mendadak setelah perpanjangan hosting.
Proses:
Hasil: Website kembali online dalam 2 jam setelah NS Record diperbarui dan propagasi selesai.
Konteks: UMKM di Bandung menggunakan Google Workspace tetapi email sering masuk spam folder penerima.
Proses:
Hasil: Setelah menambahkan DMARC record, deliverability email meningkat 40% dan jarang masuk spam.
Konteks: Startup fintech memindahkan infrastruktur dari shared hosting ke VPS untuk skalabilitas lebih baik.
Proses:
Hasil: Migrasi selesai dengan zero downtime karena monitoring proaktif selama periode propagasi.
Konteks: Tim IT perusahaan manufaktur di Surabaya melakukan audit keamanan tahunan terhadap aset digital. Pengecekan dimulai dengan pemeriksa SEO website dilanjutkan dengan audit DNS.
Proses:
Hasil: Menemukan 3 subdomain dengan SPF record expired dan 2 domain tanpa DMARC, semua diperbaiki dalam sprint berikutnya.
Konteks: Investor domain ingin membeli domain .co.id yang sudah established untuk proyek e-commerce baru.
Proses:
Hasil: Keputusan akuisisi lebih informed dengan memahami technical footprint domain sebelum negosiasi harga.
Konfigurasi DNS yang optimal sangat mempengaruhi performa website di pasar Indonesia. Server DNS yang berlokasi dekat dengan mayoritas pengunjung akan memberikan response time lebih cepat. Untuk website dengan target audiens Indonesia, pertimbangkan menggunakan nameserver dari provider hosting lokal seperti Niagahoster, Dewaweb, atau IDCloudHost yang memiliki infrastruktur di Indonesia.
Praktik Terbaik DNS:
TTL Optimal: Set TTL (Time To Live) antara 3600-86400 detik untuk balance antara caching dan fleksibilitas update. TTL terlalu rendah menyebabkan query berlebihan.
Secondary DNS: Selalu gunakan minimal 2 nameserver untuk redundansi. Jika NS primer down, secondary akan menangani query. Gunakan ping website online untuk monitoring.
Record Keamanan Lengkap: Pastikan SPF, DKIM, dan DMARC terkonfigurasi untuk semua domain yang mengirim email bisnis.
Dokumentasi Perubahan: Catat setiap perubahan DNS dengan timestamp untuk troubleshooting dan audit trail di kemudian hari.
Monitoring Berkala: Jadwalkan pengecekan DNS bulanan untuk memastikan tidak ada perubahan unauthorized atau record expired.
DNS Lookup adalah proses query ke server DNS untuk mengambil record yang terkait dengan nama domain. Fungsinya untuk mengungkap konfigurasi teknis seperti alamat IP server, mail server, nameserver, dan record keamanan yang menentukan bagaimana domain beroperasi di internet.
Propagasi DNS biasanya membutuhkan waktu 24-48 jam untuk tersebar ke seluruh jaringan internet global. Namun, sebagian besar perubahan sudah efektif dalam 4-6 jam. Faktor yang mempengaruhi termasuk nilai TTL sebelumnya dan lokasi geografis resolver DNS.
A Record menghubungkan domain langsung ke alamat IP spesifik, sedangkan CNAME Record membuat alias yang mengarah ke domain lain. A Record digunakan untuk root domain, sementara CNAME umumnya untuk subdomain atau integrasi dengan layanan pihak ketiga seperti CDN.
Email masuk spam biasanya karena record keamanan DNS tidak lengkap. Gunakan DNS Lookup untuk memverifikasi keberadaan SPF, DKIM, dan DMARC record. Ketiga record ini membuktikan autentisitas email Anda kepada server penerima dan mencegah email ditandai sebagai spam.
Gunakan DNS Lookup untuk mengecek A Record domain Anda. Jika alamat IP yang muncul sudah sesuai dengan IP server baru, propagasi sudah selesai. Untuk verifikasi lebih lengkap, cek juga menggunakan pemeriksa hosting untuk konfirmasi server yang sedang aktif.
TTL (Time To Live) menentukan berapa lama record DNS di-cache oleh resolver sebelum query ulang. Nilai optimal untuk website production adalah 3600-86400 detik. Gunakan TTL rendah (300-600 detik) saat merencanakan perubahan DNS agar propagasi lebih cepat.
Ya, DNS Lookup ToolsPivot sepenuhnya gratis tanpa batasan jumlah query. Tidak ada registrasi yang diperlukan dan semua fitur tersedia untuk pengguna tanpa biaya apapun.
Masukkan nama domain di DNS Lookup dan pilih query NS Record. Hasil akan menampilkan semua nameserver yang bertanggung jawab atas DNS domain Anda, biasanya dalam format ns1.provider.com dan ns2.provider.com.
TXT Record juga digunakan untuk verifikasi kepemilikan domain di layanan seperti Google Search Console, Facebook Business, dan Microsoft 365. Selain itu, TXT Record dapat menyimpan informasi DMARC policy dan berbagai konfigurasi verifikasi lainnya.
DNS Lookup dapat mendeteksi masalah terkait konfigurasi domain seperti nameserver tidak responsif, A Record mengarah ke IP salah, atau MX Record tidak ada. Untuk diagnosis lebih lengkap, kombinasikan dengan pemeriksa broken link dan pemeriksa domain authority.
Jika DNS tidak resolve, pertama cek apakah domain masih aktif melalui pemeriksa ketersediaan domain. Kemudian verifikasi nameserver di registrar domain. Jika nameserver benar tapi tetap tidak resolve, hubungi provider hosting karena kemungkinan ada masalah di sisi server DNS mereka.
Gunakan DNS Lookup dengan query A Record untuk melihat alamat IPv4 domain Anda, atau gunakan tool alamat IP saya untuk mengetahui IP publik koneksi internet Anda saat ini.
Hak Cipta © 2018-2026 oleh ToolsPivot.com. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.
