Enter up to 20 email ids (Each email id must be on separate line)
Email validator adalah alat digital yang memeriksa apakah alamat email benar-benar ada dan dapat menerima pesan. Dengan tingkat bounce rate email marketing di Indonesia yang bisa mencapai 5-10% tanpa validasi, bisnis kehilangan peluang konversi signifikan setiap kampanye. ToolsPivot menyediakan email validator gratis yang memverifikasi format sintaks, domain, MX record, dan keberadaan mailbox secara instan untuk meningkatkan deliverability hingga 98%.
Email validator bekerja dengan menjalankan serangkaian pemeriksaan teknis tanpa mengirim email sungguhan ke alamat target. Proses validasi mencakup verifikasi format sintaks (struktur nama@domain.com), pengecekan DNS dan MX record domain, serta konfirmasi keberadaan mailbox melalui protokol SMTP. Hasil validasi menunjukkan status valid, invalid, atau risky dalam hitungan detik.
Pemasar digital dan tim email marketing UMKM menggunakan validator untuk membersihkan database kontak sebelum kampanye. Developer web memanfaatkannya untuk validasi form pendaftaran. Seller marketplace seperti Tokopedia dan Shopee memvalidasi email pelanggan untuk komunikasi order.
Database email yang tidak tervalidasi menyebabkan hard bounce tinggi dan merusak reputasi pengirim. Email validator mendeteksi alamat invalid sebelum pengiriman, menurunkan bounce rate dari 7% menjadi di bawah 2% dan melindungi domain dari blacklist.
Tingkatkan Deliverability Email: Validasi memastikan email terkirim ke inbox penerima, bukan folder spam. Dengan membersihkan alamat invalid, deliverability rate bisa meningkat hingga 98%.
Lindungi Reputasi Pengirim: Setiap hard bounce merusak sender score domain Anda. Validasi rutin menjaga reputasi tetap positif di mata ISP seperti Gmail dan Yahoo, membantu pesan masuk ke primary inbox penerima.
Kurangi Biaya Email Marketing: Platform seperti Mailchimp dan SendGrid mengenakan biaya per subscriber. Menghapus email invalid dari daftar menghemat 15-25% biaya bulanan untuk list cleaning.
Deteksi Email Disposable: Validator mengidentifikasi email sekali pakai dari layanan seperti Guerrilla Mail yang sering digunakan untuk mengakali free trial atau promo.
Hindari Spam Trap: Spam trap adalah alamat khusus yang digunakan ISP untuk mendeteksi spammer. Validator membantu mengidentifikasi dan menghapus alamat berbahaya ini dari database kontak bisnis Anda.
Validasi Real-Time: Integrasi dengan form pendaftaran memungkinkan pengecekan email saat user mendaftar, mencegah alamat palsu masuk ke sistem sejak awal.
Tingkatkan Engagement Rate: List yang bersih menghasilkan metrik akurat untuk open rate dan click-through rate, memudahkan analisis performa kampanye email marketing.
Validasi Sintaks Email: Memeriksa format alamat email sesuai standar RFC 5322, mendeteksi kesalahan seperti spasi berlebih, karakter invalid, atau struktur domain yang salah.
Pengecekan MX Record: Memverifikasi bahwa domain email memiliki Mail Exchange record yang aktif dan dikonfigurasi dengan benar untuk menerima pesan masuk.
Verifikasi SMTP Mailbox: Melakukan handshake dengan server email target untuk mengonfirmasi keberadaan mailbox tanpa mengirim email sungguhan.
Deteksi Email Sekali Pakai: Mengidentifikasi alamat dari provider email temporary seperti 10minutemail, Mailinator, dan ratusan layanan disposable lainnya.
Identifikasi Role-Based Email: Menandai alamat generik seperti admin@, info@, sales@, atau support@ yang biasanya tidak dipantau secara personal dan berisiko rendah untuk engagement.
Catch-All Detection: Mendeteksi domain yang menerima semua email tanpa memvalidasi alamat spesifik, membantu Anda mempertimbangkan risiko pengiriman.
Pengecekan Blacklist Domain: Memverifikasi apakah domain email terdaftar dalam blacklist spam yang dapat mempengaruhi reputasi pengiriman Anda.
Validasi Domain International: Mendukung validasi alamat email dengan domain internasional (IDN) yang menggunakan karakter non-ASCII.
Bulk Validation Support: Memproses ratusan hingga ribuan alamat email sekaligus melalui upload file CSV atau TXT untuk efisiensi pembersihan database massal.
Hasil Validasi Terperinci: Memberikan status detail untuk setiap alamat termasuk alasan spesifik jika email dinyatakan invalid atau risky.
Masukkan Alamat Email: Ketik atau paste alamat email yang ingin divalidasi pada kolom input. Untuk validasi massal, upload file CSV atau TXT berisi daftar email.
Jalankan Proses Validasi: Klik tombol "Validate" untuk memulai pemeriksaan. Sistem akan menjalankan serangkaian pengecekan teknis secara otomatis.
Verifikasi Format & Domain: ToolsPivot memeriksa sintaks email dan memverifikasi keberadaan serta konfigurasi DNS dan MX record domain.
Konfirmasi Keberadaan Mailbox: Sistem melakukan koneksi SMTP ke server email target untuk memastikan mailbox benar-benar ada dan aktif menerima pesan.
Terima Hasil Validasi: Hasil ditampilkan dengan status Valid, Invalid, atau Risky beserta detail alasan untuk setiap alamat email yang diperiksa.
Validasi email paling efektif dilakukan sebelum kampanye email marketing besar dan saat membersihkan database kontak yang sudah lama tidak diperbarui. Bisnis yang mengumpulkan email dari form website atau event offline sangat membutuhkan validasi untuk menyaring alamat palsu atau typo.
Skenario Penggunaan Spesifik:
Sebelum Email Campaign: Validasi seluruh list sebelum mengirim newsletter atau promosi untuk memaksimalkan deliverability dan melindungi sender reputation.
Setelah Event atau Pameran: Kartu nama dan form manual sering mengandung typo. Validasi alamat yang dikumpulkan dari UMKM Expo atau bazaar sebelum follow-up.
Import Database Lama: Database email berusia lebih dari 6 bulan berisiko tinggi mengandung alamat yang sudah tidak aktif atau berubah. Validasi sebelum melakukan migrasi data ke platform baru.
Integrasi Form Pendaftaran: Pasang validasi real-time pada form registrasi website untuk mencegah alamat invalid masuk ke sistem.
Pembersihan List Rutin: Lakukan validasi bulanan atau kuartalan untuk menjaga kualitas database dan mempertahankan engagement rate optimal.
Sebelum Kirim Invoice: Validasi email pelanggan sebelum mengirim invoice atau dokumen penting untuk memastikan penerimaan.
Verifikasi Supplier & Partner: Konfirmasi validitas email vendor atau mitra bisnis baru sebelum memulai komunikasi resmi.
Validasi tidak diperlukan untuk alamat email yang baru saja melakukan interaksi (reply, click, atau open) karena aktivitas tersebut sudah membuktikan keberadaan mailbox.
Konteks: Toko online di Tokopedia atau Shopee mengumpulkan email pelanggan untuk newsletter promo Harbolnas dan flash sale. Proses:
Konteks: Startup fintech Indonesia membangun fitur pendaftaran akun dengan verifikasi email real-time. Proses:
Konteks: Agensi digital marketing memiliki database 50.000 kontak bisnis yang dikumpulkan selama 3 tahun dari berbagai sumber. Proses:
Konteks: Penyelenggara webinar teknologi mengumpulkan 2.000 pendaftar melalui Google Form untuk acara virtual. Proses:
Konteks: Perusahaan e-commerce mengalami penurunan deliverability mendadak dan banyak email masuk spam folder. Proses:
Hasil validasi email terbagi dalam beberapa kategori yang menentukan tindakan yang perlu diambil. Status Valid menunjukkan alamat email ada dan dapat menerima pesan dengan aman untuk dikirim. Status Invalid berarti alamat tidak ada atau tidak dapat menerima email dan harus segera dihapus dari list.
Status Risky mencakup alamat yang mungkin valid tetapi berisiko tinggi seperti catch-all domains, role-based emails, atau alamat yang jarang aktif. Kategori Disposable menandai email temporary yang akan kedaluwarsa dan tidak cocok untuk komunikasi jangka panjang.
Rekomendasi Tindakan:
Email validator adalah alat yang memeriksa apakah alamat email valid dan dapat menerima pesan tanpa mengirim email sungguhan. Proses validasi mencakup pengecekan format sintaks, verifikasi DNS dan MX record domain, serta konfirmasi keberadaan mailbox melalui protokol SMTP.
Tidak, email validator tidak mengirim email apapun ke alamat yang divalidasi. Proses verifikasi menggunakan teknik SMTP handshake untuk mengkonfirmasi keberadaan mailbox tanpa mengganggu penerima atau meninggalkan jejak di inbox mereka.
Email validator modern memiliki tingkat akurasi 95-99% untuk sebagian besar domain email. Namun beberapa provider seperti Yahoo dan iCloud menerapkan kebijakan yang membatasi verifikasi eksternal, menghasilkan status "Unknown" untuk alamat dari domain tersebut.
Hard bounce adalah kegagalan permanen karena alamat tidak ada atau domain invalid, harus segera dihapus dari list. Soft bounce adalah kegagalan sementara seperti inbox penuh atau server down, alamat bisa dicoba lagi nanti. Validator membantu mencegah keduanya dengan pembersihan proaktif database.
Email masuk spam karena beberapa faktor: bounce rate tinggi merusak sender reputation, konten mengandung spam trigger words, atau domain terdaftar di blacklist. Validasi email rutin menurunkan bounce rate dan memperbaiki reputasi pengirim secara bertahap.
Sebagian besar validator dapat mengidentifikasi spam trap yang diketahui melalui database internal. Namun spam trap baru terus dibuat, sehingga validasi rutin dan praktik list hygiene yang baik tetap diperlukan untuk perlindungan optimal.
Untuk validasi bulk, siapkan daftar email dalam format CSV atau TXT dengan satu alamat per baris. Upload file ke validator, tunggu proses selesai, lalu download hasil yang sudah dikategorikan berdasarkan status validasi untuk tindakan selanjutnya.
Rekomendasi umum adalah validasi setiap 3-6 bulan untuk list aktif, atau sebelum setiap kampanye besar. Database yang tidak digunakan lebih dari 6 bulan harus divalidasi ulang karena 20-30% alamat email berubah atau menjadi tidak aktif setiap tahun.
Validator terpercaya seperti ToolsPivot tidak menyimpan atau membagikan alamat email yang divalidasi. Data hanya diproses untuk verifikasi dan dihapus setelah hasil dikembalikan. Pastikan memilih layanan dengan kebijakan privasi yang jelas.
Ya, validator mendeteksi kesalahan format seperti domain yang salah ketik (gmal.com bukan gmail.com) atau struktur invalid. Beberapa validator canggih juga menyarankan koreksi untuk typo umum pada domain populer.
Catch-all adalah konfigurasi server yang menerima semua email ke domain tertentu tanpa memvalidasi apakah alamat spesifik ada. Validator menandai alamat ini sebagai "Risky" karena mungkin valid tetapi bisa juga tidak dipantau atau tidak aktif.
Validasi memastikan Anda hanya menghubungi alamat yang valid dan ada, mengurangi risiko mengirim ke alamat tanpa consent. Ini mendukung prinsip data accuracy dalam GDPR dan standar keamanan komunikasi digital.
Hak Cipta © 2018-2026 oleh ToolsPivot.com. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.
