Periksa apakah alamat IP atau domain ada di daftar hitam spam email (DNSBL / RBL). Masukkan IP, atau domain dan kami mencari IP pengirim emailnya. Setiap daftar ditampilkan jujur sebagai Terdaftar, Bersih, atau Tidak diperiksa — kami tidak pernah memalsukan hasil bersih.
Blacklist Lookup adalah alat untuk memeriksa apakah sebuah alamat IP atau domain terdaftar di daftar hitam DNS publik (DNSBL/RBL) yang dipakai penyedia email untuk menyaring spam. Ketika IP server Anda masuk blacklist, email ke Gmail, Outlook, atau Yahoo bisa langsung ditolak dengan kode error 550 atau jatuh ke folder spam penerima, dan kerugiannya nyata bagi bisnis. Alat Blacklist Lookup dari ToolsPivot mengecek target Anda terhadap lebih dari 20 daftar sekaligus dalam hitungan detik, tanpa akun maupun API key, lalu melaporkan status Listed, Clean, atau Not checked secara jujur untuk setiap daftar sebelum Anda menarik kesimpulan tentang alamat IP publik Anda.
Blacklist Lookup bekerja dengan mengubah query daftar hitam menjadi lookup DNS biasa. Untuk mengecek satu IP, alat membalik urutan oktet IP, menambahkannya ke nama zona daftar (misalnya menjadi 5.113.0.203.zen.spamhaus.org), lalu meminta record A ke sistem DNS Lookup. Jawaban di rentang 127.0.0.0/8 berarti terdaftar, sedangkan NXDOMAIN berarti bersih. ToolsPivot menembakkan semua query untuk 20-plus daftar secara paralel, bukan satu per satu, sehingga satu sapuan penuh yang versi serial-nya akan timeout justru selesai dalam beberapa detik.
Pengguna utama Blacklist Lookup adalah admin email bisnis, pengelola hosting, praktisi SEO teknis, dan operator RT/RW Net yang mengelola IP publik sendiri. Pelaku UMKM yang rutin mengirim email blast promo ke pelanggan Tokopedia atau Shopee juga memakainya untuk memastikan reputasi IP pengirim tetap bersih sebelum kampanye newsletter dikirim ke ribuan alamat.
Masalah paling umum adalah email penting tiba-tiba masuk folder spam atau ditolak, sering tanpa Anda sadari penyebabnya. Alat ini menunjukkan daftar mana persis yang menandai IP Anda beserta tautan delisting resminya, sehingga proses yang biasanya butuh menebak-nebak berubah menjadi diagnosis satu layar. Alih-alih menunggu keluhan pelanggan yang tidak menerima invoice, Anda tahu status reputasi dalam hitungan detik.
Blacklist Lookup paling berharga tepat sebelum dan sesudah momen pengiriman email penting, serta saat reputasi IP menjadi pertanyaan. Cek ini menjawab dengan cepat apakah masalah deliverability berasal dari daftar hitam atau dari sebab lain seperti konten atau autentikasi.
Untuk kasus di resolver yang diblokir daftar tertentu, konfirmasikan status Not checked lewat halaman lookup resmi penyedia agar kesimpulan Anda benar-benar akurat.
Konteks: Toko online yang berjualan di Shopee dan Tokopedia mengirim newsletter promo bulanan ke daftar pelanggan.
Hasil: Tingkat keterkiriman email promo naik dan lebih sedikit pesan yang berakhir di folder spam pelanggan.
Konteks: Operator RT/RW Net memakai Mikrotik dan IP publik dari ISP yang berulang kali terdeteksi spam.
Hasil: Pelanggan kembali bisa mengakses aplikasi perbankan dan layanan yang sempat memblokir IP tersebut.
Konteks: Seseorang menawarkan domain lama untuk dibeli, dan riwayat reputasinya belum diketahui.
Hasil: Keputusan pembelian didasarkan pada data reputasi nyata, bukan sekadar harga murah yang menggiurkan.
Konteks: Freelancer atau agensi menangani banyak klien yang mengeluhkan email tidak sampai.
Hasil: Waktu diagnosis per klien turun drastis dan rekomendasi perbaikan bisa langsung diberikan dengan bukti.
Perbedaan antara Clean dan Not checked adalah hal terpenting yang harus Anda pahami dari hasil pemeriksaan. Listed berarti IP atau domain memang terdaftar di daftar tersebut dan berdampak pada pengiriman email. Clean berarti daftar menjawab dan target tidak terdaftar. Not checked berarti daftar tidak bisa dijangkau dari resolver alat, biasanya karena penyedia seperti Spamhaus sengaja menolak query publik, jadi statusnya belum tentu aman dan wajib dikonfirmasi manual.
Poin Penting:
Delisting hanya bertahan jika akar masalah yang membuat IP masuk blacklist sudah diperbaiki lebih dulu. Ajukan permohonan penghapusan hanya setelah Anda menemukan dan menghentikan sumber spam, karena pengajuan prematur akan membuat IP terdaftar kembali dalam hitungan jam. Pada hosting shared, listing sering disebabkan tetangga satu IP yang mengirim spam, dan delisting Anda tidak akan bertahan selama tetangga itu masih aktif. Solusi durable-nya adalah IP dedicated atau mail relay/smarthost.
Poin Penting:
Blacklist Lookup adalah alat yang mengecek apakah IP atau domain terdaftar di DNSBL (DNS-based Blackhole List) atau RBL. DNSBL adalah database publik berisi IP dan domain yang dianggap sumber spam, malware, atau aktivitas berbahaya, dan dipakai server email untuk menyaring pengirim.
Not checked berarti daftar tersebut tidak bisa dijangkau dari resolver alat, jadi hasilnya belum tentu aman. Beberapa penyedia besar seperti Spamhaus, Barracuda, dan SpamCop sengaja menolak query dari resolver publik untuk mendorong pemakaian data feed berbayar mereka. ToolsPivot memilih menampilkan Not checked secara jujur ketimbang melaporkan Clean palsu.
Ya, alat ini sepenuhnya gratis tanpa akun maupun API key. Semua pengecekan berjalan lewat DNS standar di sisi server tanpa layanan berbayar pihak ketiga.
Masukkan domain Anda dan alat otomatis mencari record MX, meresolusi IP mail server, lalu mengeceknya ke RBL. Ini penting karena blacklist deliverability berlaku pada IP pengirim, bukan pada nama domain, jadi jangan hanya mengandalkan tombol cek IP komputer Anda.
Alat mengecek lebih dari 20 DNSBL publik utama sekaligus. Fokusnya pada daftar yang benar-benar berdampak, bukan mengklaim ratusan daftar yang banyak di antaranya obscure atau tidak dapat dijangkau.
IP biasanya masuk blacklist karena mengirim spam, terinfeksi malware atau botnet, atau menjadi open relay/proxy yang disalahgunakan. Pada IP shared, penyebabnya sering aktivitas pengguna lain di IP yang sama, bukan Anda sendiri.
Waktunya bervariasi tergantung penyedia, dari otomatis dalam beberapa hari sampai butuh pengajuan manual. Sebagian besar kasus bisa selesai di bawah 48 jam asalkan akar masalahnya sudah diperbaiki lebih dulu.
DNSBL bersifat global dan fokus memblokir IP atau domain terkait spam serta ancaman keamanan. Trustpositif Komdigi adalah layanan pemblokiran konten oleh pemerintah Indonesia yang fokus pada situs melanggar hukum seperti judi atau pornografi, jadi keduanya berbeda tujuan dan pengelola.
Bila domain memakai CDN seperti Cloudflare, alamat yang tampil adalah IP CDN, bukan mail server Anda. Alat mendeteksi ini, menandainya, lalu mengecek IP mail server dari record MX agar hasil deliverability tetap relevan.
Tidak, untuk masalah email Anda perlu mengecek IP mail server, bukan IP komputer atau jaringan Anda. Tombol cek IP sendiri mendeteksi IP publik perangkat Anda, sedangkan yang relevan untuk deliverability adalah IP pengirim email.
Ya, Anda bisa mengecek hingga enam IP atau domain sekaligus dalam satu proses. Semua target berbagi data keterjangkauan daftar yang di-cache sehingga pemeriksaan tetap cepat, dengan ringkasan satu baris per target.
Karena akar masalahnya belum tuntas, misalnya malware masih aktif atau tetangga satu IP di shared hosting terus mengirim spam. Perbaiki sumbernya dulu, dan untuk shared hosting kronis pertimbangkan IP dedicated; Anda juga bisa memantau reputasi keseluruhan situs dengan pemeriksa SEO website secara berkala.