Pemeriksa SSL

Masukkan URL



Tentang Pemeriksa SSL

SSL Checker adalah alat online gratis yang memverifikasi validitas dan konfigurasi sertifikat SSL/TLS pada website Anda dalam hitungan detik. Lebih dari 60% website Indonesia masih memiliki masalah konfigurasi SSL yang dapat menurunkan kepercayaan pengunjung dan peringkat SEO. Alat ini membantu pemilik website, developer, dan administrator IT mengidentifikasi masalah sertifikat SSL sebelum berdampak pada keamanan dan performa website. Dengan ToolsPivot SSL Checker, Anda mendapatkan laporan lengkap tentang status enkripsi, tanggal kedaluwarsa, dan rantai sertifikat dengan satu klik.

Gambaran Umum SSL Checker ToolsPivot

Fungsi Inti

SSL Checker ToolsPivot menganalisis sertifikat SSL/TLS website dengan menghubungkan ke server dan memeriksa seluruh konfigurasi keamanan. Alat ini membaca informasi sertifikat, memvalidasi rantai kepercayaan (chain of trust), dan mendeteksi potensi kerentanan. Hasil analisis mencakup status validitas, algoritma enkripsi, tanggal kedaluwarsa, dan rekomendasi perbaikan yang dapat langsung ditindaklanjuti.

Pengguna Utama & Kasus Penggunaan

Pemilik toko online di Tokopedia, Shopee, dan platform e-commerce lainnya menggunakan SSL Checker untuk memastikan keamanan transaksi pelanggan. Developer web dan administrator IT memanfaatkannya untuk audit keamanan rutin. UMKM Indonesia yang membangun website bisnis memerlukan alat ini untuk memverifikasi instalasi SSL dari provider hosting seperti Niagahoster atau Dewaweb.

Masalah & Solusi

Banyak pemilik website Indonesia tidak menyadari SSL mereka sudah kedaluwarsa atau salah konfigurasi hingga pengunjung melihat peringatan "Not Secure" di browser. SSL Checker mendeteksi masalah ini secara proaktif, memungkinkan Anda memperbaiki sebelum kehilangan kepercayaan pelanggan atau penurunan ranking di Google. Gunakan bersama pemeriksa keamanan website untuk audit keamanan komprehensif.

Manfaat Utama SSL Checker

  • Deteksi Kedaluwarsa Sertifikat: Menampilkan tanggal expired SSL sehingga Anda dapat memperbarui sebelum website menampilkan peringatan keamanan yang mengusir pengunjung.

  • Verifikasi Instalasi SSL: Memastikan sertifikat SSL terinstall dengan benar pada server, termasuk konfigurasi intermediate certificate yang sering terlewat oleh pemula.

  • Identifikasi Kerentanan Keamanan: Mendeteksi protokol SSL/TLS yang sudah usang seperti TLS 1.0 dan 1.1 yang rentan terhadap serangan. Lengkapi dengan pemeriksa status server untuk monitoring menyeluruh.

  • Peningkatan Kepercayaan Pengunjung: Website dengan SSL valid menampilkan ikon gembok hijau yang meningkatkan kredibilitas bisnis online Anda di mata calon pelanggan.

  • Optimasi SEO Website: Google memprioritaskan website HTTPS dalam peringkat pencarian. SSL yang valid dan terkonfigurasi dengan baik berkontribusi pada skor SEO website yang lebih tinggi.

  • Pencegahan Kehilangan Pendapatan: Toko online dengan SSL bermasalah kehilangan rata-rata 30% konversi karena pengunjung tidak mau memasukkan data pembayaran di website "tidak aman".

  • Audit Kepatuhan Keamanan: Memenuhi standar keamanan seperti PCI DSS untuk payment gateway dan persyaratan dari platform seperti GoPay, OVO, dan DANA untuk integrasi pembayaran.

Fitur Inti SSL Checker

  • Validasi Sertifikat Real-Time: Memeriksa status validitas sertifikat SSL langsung dari server tujuan tanpa cache, memberikan hasil akurat dan terkini.

  • Informasi Tanggal Kedaluwarsa: Menampilkan tanggal penerbitan dan kedaluwarsa sertifikat dalam format yang mudah dipahami, lengkap dengan countdown hari tersisa.

  • Analisis Rantai Sertifikat: Memverifikasi seluruh chain of trust dari root CA hingga sertifikat domain untuk memastikan browser mempercayai koneksi. Periksa juga detail dengan decoder sertifikat.

  • Deteksi Protokol TLS: Mengidentifikasi versi protokol TLS yang aktif (1.2, 1.3) dan memperingatkan jika protokol usang masih diaktifkan.

  • Verifikasi Nama Domain: Memastikan Common Name (CN) dan Subject Alternative Names (SAN) sesuai dengan domain yang dikunjungi pengunjung.

  • Cipher Suite Analysis: Memeriksa algoritma enkripsi yang digunakan dan memberikan peringatan untuk cipher yang dianggap lemah atau tidak aman.

  • Certificate Authority Info: Menampilkan informasi penerbit sertifikat (CA) seperti DigiCert, Let's Encrypt, atau Comodo untuk verifikasi keaslian.

  • Mixed Content Detection: Mengidentifikasi apakah website memuat resource HTTP pada halaman HTTPS yang dapat memicu peringatan browser.

  • HSTS Status Check: Memeriksa apakah HTTP Strict Transport Security sudah diimplementasikan untuk perlindungan tambahan.

  • Hasil Ekspor: Memungkinkan download laporan analisis SSL dalam format yang dapat dibagikan ke tim IT atau provider hosting. Gunakan pencocok kunci sertifikat untuk validasi lebih lanjut.

Cara Kerja SSL Checker ToolsPivot

  1. Masukkan URL Website: Ketik atau paste alamat website yang ingin diperiksa pada kolom input. Format https:// akan otomatis ditambahkan jika belum ada.

  2. Inisiasi Koneksi Aman: Sistem menghubungi server website melalui port 443 dan memulai handshake TLS untuk mengambil informasi sertifikat.

  3. Analisis Sertifikat: Alat membaca seluruh data sertifikat termasuk penerbit, validitas, algoritma enkripsi, dan rantai kepercayaan secara menyeluruh.

  4. Validasi Konfigurasi: Sistem memverifikasi kesesuaian domain, protokol yang aktif, dan mendeteksi potensi kerentanan keamanan.

  5. Tampilkan Laporan: Hasil analisis ditampilkan dalam format yang mudah dipahami dengan indikator status (valid/bermasalah) dan rekomendasi perbaikan spesifik.

Kapan Menggunakan SSL Checker

SSL Checker paling berharga digunakan saat Anda perlu memastikan keamanan website berjalan optimal atau ketika menghadapi masalah terkait sertifikat. Gunakan alat ini sebagai bagian dari rutinitas pemeliharaan website bulanan atau sebelum meluncurkan fitur baru yang memproses data sensitif pelanggan.

Skenario Penggunaan Spesifik:

  • Sebelum Launch Website Baru: Verifikasi instalasi SSL sudah benar sebelum website live untuk menghindari masalah keamanan dari hari pertama.

  • Monitoring Bulanan Rutin: Jadwalkan pengecekan bulanan untuk memantau masa berlaku sertifikat dan menghindari expired mendadak.

  • Setelah Migrasi Hosting: Pastikan SSL ter-transfer dengan benar saat pindah server atau provider hosting. Cek juga informasi hosting baru Anda.

  • Troubleshooting Error Browser: Diagnosa penyebab peringatan "Connection Not Secure" atau "Certificate Error" yang dilaporkan pengunjung.

  • Audit Keamanan E-commerce: Verifikasi SSL toko online sebelum musim belanja seperti Harbolnas atau promo besar.

  • Renewal Sertifikat SSL: Konfirmasi sertifikat baru sudah aktif setelah proses pembaruan dari provider.

  • Integrasi Payment Gateway: Pastikan konfigurasi SSL memenuhi standar sebelum mengajukan integrasi dengan GoPay, OVO, atau DANA.

  • Due Diligence Website: Periksa keamanan website pihak ketiga sebelum melakukan kerja sama bisnis atau memasukkan data.

Selain skenario rutin, gunakan SSL Checker saat menerima notifikasi dari Google Search Console tentang masalah keamanan atau ketika pelanggan melaporkan kesulitan mengakses website Anda.

Kasus Penggunaan / Aplikasi

Toko Online UMKM di Tokopedia & Shopee

Konteks: Pemilik UMKM fashion yang memiliki website toko sendiri selain berjualan di marketplace ingin memastikan keamanan untuk terima pembayaran langsung.

Proses:

  • Input URL website toko ke SSL Checker
  • Verifikasi sertifikat valid dan tidak expired
  • Pastikan enkripsi TLS 1.2 atau lebih tinggi aktif
  • Cek kecepatan halaman setelah SSL terkonfigurasi

Hasil: Website menampilkan gembok hijau, meningkatkan kepercayaan pembeli untuk checkout langsung dengan COD atau transfer bank.

Developer Web Freelance

Konteks: Web developer di Jakarta mengelola 15 website klien berbeda dan perlu memantau status SSL semua proyek secara efisien.

Proses:

  • Lakukan pengecekan berkala setiap website klien
  • Identifikasi sertifikat yang akan expired dalam 30 hari
  • Dokumentasikan hasil untuk laporan ke klien
  • Gunakan WHOIS lookup untuk cek masa berlaku domain bersamaan

Hasil: Tidak ada website klien yang mengalami expired SSL mendadak, mempertahankan reputasi profesional developer.

Administrator IT Perusahaan

Konteks: IT admin di perusahaan fintech Bandung bertanggung jawab atas keamanan portal internal dan website publik perusahaan.

Proses:

  • Audit semua subdomain perusahaan dengan SSL Checker
  • Verifikasi implementasi TLS 1.3 sesuai kebijakan keamanan
  • Deteksi mixed content yang berpotensi menurunkan keamanan
  • Periksa kompresi GZIP untuk optimasi performa

Hasil: Laporan audit SSL lengkap untuk compliance meeting dan dokumentasi keamanan perusahaan.

Startup SaaS Indonesia

Konteks: Startup software-as-a-service di Surabaya menyimpan data pelanggan sensitif dan memerlukan standar keamanan tinggi untuk mendapatkan kepercayaan klien enterprise.

Proses:

  • Verifikasi sertifikat EV (Extended Validation) terinstall dengan benar
  • Pastikan semua subdomain (app., api., dashboard.) memiliki SSL valid
  • Cek cipher suite memenuhi standar PCI DSS

Hasil: Lolos audit keamanan dari calon klien korporat dan berhasil closing kontrak besar.

Blogger & Content Creator

Konteks: Blogger travel Indonesia yang menggunakan WordPress ingin memastikan website aman setelah install plugin SSL gratis dari hosting.

Proses:

  • Input URL blog ke SSL Checker untuk verifikasi instalasi
  • Pastikan tidak ada mixed content dari gambar atau embed lama
  • Cek otoritas domain yang juga dipengaruhi keamanan website

Hasil: Blog menampilkan HTTPS dengan benar, menghindari peringatan browser yang bisa membuat pembaca pergi.

Memahami Hasil SSL Checker

Hasil SSL Checker menampilkan beberapa indikator penting yang perlu Anda pahami untuk mengambil tindakan yang tepat. Status "Valid" dengan ikon hijau menandakan sertifikat aktif dan terkonfigurasi dengan benar. Status "Warning" kuning mengindikasikan potensi masalah seperti sertifikat yang akan expired dalam 30 hari atau penggunaan protokol TLS lama. Status "Error" merah menunjukkan masalah kritis seperti sertifikat expired, tidak dipercaya, atau nama domain tidak cocok.

Metrik Kunci yang Ditampilkan:

  • Validity Period: Tanggal mulai dan berakhir sertifikat, prioritaskan perpanjangan jika tersisa kurang dari 30 hari
  • Issuer (Penerbit): CA yang menerbitkan sertifikat, pastikan dari penyedia terpercaya
  • Protocol Version: Versi TLS yang aktif, minimal harus TLS 1.2
  • Certificate Chain: Kelengkapan rantai dari root hingga domain certificate

Jenis Sertifikat SSL yang Dapat Diverifikasi

SSL Checker dapat menganalisis semua jenis sertifikat SSL/TLS yang umum digunakan di Indonesia. Domain Validation (DV) adalah tipe paling dasar yang memverifikasi kepemilikan domain saja, cocok untuk blog dan website personal. Organization Validation (OV) memvalidasi identitas organisasi, ideal untuk website bisnis UMKM. Extended Validation (EV) memberikan validasi tertinggi dengan verifikasi legal perusahaan, ditandai dengan nama perusahaan di address bar, wajib untuk perbankan dan fintech.

Sertifikat gratis dari Let's Encrypt yang populer di Indonesia termasuk tipe DV dan dapat diverifikasi sepenuhnya oleh SSL Checker. Untuk website dengan kebutuhan keamanan tinggi, pertimbangkan upgrade ke OV atau EV dari penyedia seperti DigiCert atau Comodo. Cek juga usia domain Anda karena domain lebih lama cenderung lebih dipercaya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu SSL Checker dan bagaimana cara kerjanya?

SSL Checker adalah alat yang memeriksa validitas dan konfigurasi sertifikat SSL/TLS pada website dengan menghubungi server dan menganalisis informasi sertifikat secara real-time. Alat ini memverifikasi apakah enkripsi aktif, sertifikat masih berlaku, dan rantai kepercayaan lengkap.

Apakah SSL Checker ToolsPivot gratis digunakan?

Ya, SSL Checker ToolsPivot sepenuhnya gratis tanpa batasan jumlah pengecekan. Anda dapat memeriksa unlimited website tanpa perlu registrasi atau login.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengecek SSL?

Proses pengecekan SSL biasanya selesai dalam 2-5 detik tergantung kecepatan respons server website yang diperiksa. Untuk analisis lebih cepat, pastikan koneksi internet Anda stabil.

Apa yang harus dilakukan jika SSL sudah expired?

Segera hubungi provider hosting atau penyedia SSL Anda untuk memperbarui sertifikat. Jika menggunakan Let's Encrypt, aktifkan auto-renewal atau jalankan certbot renew secara manual. Selama proses pembaruan, website akan menampilkan peringatan keamanan ke pengunjung.

Bagaimana cara memperbaiki error "Certificate Chain Incomplete"?

Error ini terjadi karena intermediate certificate tidak terinstall. Download intermediate certificate dari penyedia SSL Anda dan install di server. Kebanyakan provider hosting Indonesia seperti Niagahoster dan Dewaweb menyediakan panduan instalasi lengkap.

Apakah SSL gratis seperti Let's Encrypt aman digunakan?

Let's Encrypt aman dan dipercaya oleh semua browser modern. Perbedaan dengan SSL berbayar hanya pada tipe validasi (DV vs OV/EV) dan dukungan teknis, bukan pada kekuatan enkripsi. Untuk tes mobile friendly, SSL gratis sama efektifnya.

Mengapa website saya masih menampilkan "Not Secure" padahal SSL sudah aktif?

Kemungkinan website memiliki mixed content, yaitu memuat resource HTTP (gambar, script) pada halaman HTTPS. Gunakan SSL Checker untuk mendeteksi ini, lalu update semua URL internal ke HTTPS.

Seberapa sering harus mengecek SSL website?

Disarankan melakukan pengecekan SSL minimal sebulan sekali atau setiap kali ada perubahan pada server. Set reminder 30 hari sebelum tanggal kedaluwarsa untuk memastikan waktu cukup untuk renewal. Cek juga link rusak secara berkala.

Apa perbedaan TLS 1.2 dan TLS 1.3?

TLS 1.3 adalah versi terbaru dengan enkripsi lebih kuat dan handshake lebih cepat dibanding TLS 1.2. Keduanya masih aman digunakan, namun TLS 1.3 direkomendasikan untuk performa dan keamanan optimal.

Apakah SSL mempengaruhi ranking SEO di Google?

Ya, Google mengkonfirmasi HTTPS sebagai faktor ranking sejak 2014. Website dengan SSL valid mendapat sedikit keuntungan SEO dibanding HTTP. Selain SSL, gunakan juga konverter SSL jika perlu mengubah format sertifikat.

Bagaimana cara mengecek SSL untuk subdomain?

Masukkan URL lengkap subdomain (misalnya app.namawebsite.com) ke SSL Checker. Setiap subdomain perlu dicek terpisah kecuali menggunakan wildcard certificate (*.domain.com) yang mencakup semua subdomain.

Apa itu HSTS dan mengapa penting?

HTTP Strict Transport Security (HSTS) memaksa browser selalu menggunakan HTTPS untuk website Anda, mencegah downgrade attack ke HTTP. SSL Checker dapat mendeteksi apakah HSTS sudah aktif di server Anda.



Report a Bug
Logo

CONTACT US

marketing@toolspivot.com

ADDRESS

Ward No.1, Nehuta, P.O - Kusha, P.S - Dobhi, Gaya, Bihar, India, 824220

Our Most Popular Tools