Periksa apakah halaman web berfungsi dengan baik di ponsel — viewport, ukuran teks, target ketuk, tata letak responsif, dan lainnya — dengan tangkapan layar seluler yang nyata. Tidak perlu login, cukup tempel URL.
Mobile-Friendly Test adalah alat gratis yang memeriksa apakah sebuah halaman web tampil dan berfungsi dengan baik di layar ponsel, lalu memberikan vonis ramah seluler atau tidak beserta skor 0 sampai 100. Google menghentikan alat serupa miliknya pada 1 Desember 2023, sehingga pemilik situs kehilangan cara sederhana untuk mendapat jawaban ya atau tidak. Alat ToolsPivot mengembalikan jawaban itu lewat enam pemeriksaan teknis, tangkapan layar ponsel asli, daftar perbaikan spesifik, dan data Core Web Vitals.
Alat ini mengambil halaman Anda memakai user-agent Chrome seluler (Android Pixel), lalu membedah kode sumbernya untuk menemukan sinyal yang menentukan pengalaman di layar kecil. Server memeriksa meta tag viewport, plugin Flash, breakpoint CSS @media, atribut srcset dan elemen picture, aturan font di bawah 12px, serta lebar piksel tetap di atas 480px yang memicu scroll horizontal. Hasil parsing itu diperkaya data Lighthouse dari PageSpeed Insights dengan strategi MOBILE.
Pemilik toko online, praktisi SEO, pengembang web, dan pelaku UMKM yang berjualan lewat website sendiri adalah pengguna paling sering. Mereka memakainya sebelum meluncurkan halaman produk, setelah mengganti tema WordPress, saat trafik dari ponsel tiba-tiba anjlok, atau ketika klien meminta bukti bahwa situsnya layak dibuka di HP.
Lebih dari 60 persen trafik web di Indonesia datang dari ponsel, namun banyak situs masih memaksa pengunjung melakukan pinch zoom hanya untuk membaca menu. Tanpa alat pemeriksa, pemilik situs hanya bisa menebak. Setelah pengujian, Anda menerima daftar kegagalan yang konkret dan bisa langsung ditambal, lalu memverifikasi hasilnya bersama pemeriksa SEO situs web agar perbaikan tidak merusak sinyal on-page lain.
Vonis Ya atau Tidak: Anda langsung tahu status halaman tanpa menafsirkan grafik audit yang rumit. Skor 0 sampai 100 menunjukkan seberapa jauh jarak menuju kelulusan.
Alasan yang Spesifik: Setiap kegagalan disertai penyebab dan cara memperbaikinya, bukan sekadar tanda silang merah. Anda tidak perlu menebak elemen mana yang bermasalah.
Bukti Visual Nyata: Tangkapan layar dari Chrome seluler asli memperlihatkan tampilan halaman apa adanya. Untuk arsip visual tambahan, generator tangkapan layar situs melengkapi dokumentasi Anda.
Data Core Web Vitals: Metrik LCP, INP, CLS, dan FCP muncul dalam laporan yang sama, memberi gambaran performa sekaligus keramahan seluler.
Tetap Berjalan Saat PSI Lambat: Enam pemeriksaan inti berjalan mandiri di server ToolsPivot, sehingga vonis tetap keluar walaupun API Google sedang tersendat.
Analisis Performa Berdampingan: Data Lighthouse yang sama bisa Anda dalami lewat pemeriksa PageSpeed Insights untuk memisahkan masalah tata letak dari masalah kecepatan.
Gratis dan Privat: Tanpa pendaftaran, tanpa kuota harian, dan hanya halaman publik Anda yang diambil server. Tidak ada data pengunjung yang tersentuh.
Pemeriksaan Viewport: Memverifikasi keberadaan dan konfigurasi meta tag viewport, penentu utama apakah halaman menyesuaikan lebar layar atau justru menampilkan versi desktop yang mengecil.
Deteksi Tata Letak Responsif: Memindai aturan @media di stylesheet inline maupun tertaut satu origin, ditambah atribut srcset dan elemen picture sebagai sinyal gambar responsif.
Pemindai Plugin Usang: Mencari tag object, embed, dan berkas .swf yang tidak dapat dijalankan browser ponsel mana pun sejak Flash pensiun total.
Heuristik Ukuran Teks: Menandai aturan CSS dengan font-size di bawah 12px, ambang di mana teks tubuh mulai sulit dibaca tanpa memperbesar layar.
Heuristik Lebar Konten: Mendeteksi lebar piksel tetap di atas sekitar 480px yang membuat konten melebar keluar layar dan memaksa scroll horizontal.
Audit Tap Target Akurat: Chrome sungguhan mengukur dimensi dan jarak antar tombol lewat Lighthouse, jauh lebih andal daripada tebakan berbasis kode sumber. Inilah yang menangkap tombol tumpang tindih.
Tangkapan Layar dalam Bingkai Perangkat: Halaman dirender penuh lalu ditampilkan dalam bingkai ponsel, sehingga proporsi elemen terlihat apa adanya.
Pelindung SSRF dan Batas 3 MB: Server menolak host lokal atau privat dan membatasi unduhan pada 3 MB. Untuk memantau bobot halaman secara terpisah, gunakan pemeriksa ukuran halaman.
Penelusuran Pengalihan: Semua redirect diikuti hingga tujuan akhir, jadi URL lama tetap menghasilkan analisis pada halaman yang benar.
Cache Satu Jam per URL: Hasil lengkap disimpan selama satu jam agar pemeriksaan ulang instan, dengan pembersihan berkas cache lama secara otomatis.
Konteks Meta Tag: Karena viewport adalah meta tag, memeriksa keseluruhan tag kepala halaman lewat penganalisis meta tag membantu menangkap kesalahan yang berdekatan.
Perspektif Mesin Pencari: Setelah lulus uji seluler, simulator perayap memperlihatkan bagaimana bot Google membaca konten yang sama.
Masukkan URL. Tempelkan alamat halaman publik mana pun ke kolom input, lalu jalankan pengujian tanpa perlu membuat akun.
Server mengambil sebagai ponsel. Permintaan dikirim dengan user-agent Chrome Android, mengikuti pengalihan, dan diamankan penyaring SSRF.
Kode sumber dibedah. Mesin ToolsPivot mengurai HTML dan CSS untuk enam pemeriksaan deterministik, tanpa membutuhkan browser headless.
Data Lighthouse ditambahkan. PageSpeed Insights menyumbang audit tap target, tangkapan layar seluler asli, dan metrik Core Web Vitals.
Skor dan vonis dihitung. Viewport hilang atau konten Flash langsung menggugurkan halaman, sementara masalah lain hanya memotong poin dari skor 100.
Perbaiki lalu uji ulang. Terapkan saran yang tertera, lalu bandingkan waktu muat sebelum dan sesudah lewat pemeriksa kecepatan halaman.
Alat ini paling bernilai tepat sebelum dan sesudah perubahan apa pun pada tampilan situs. Google memakai mobile-first indexing, artinya versi seluler halaman Andalah yang dinilai untuk peringkat, bukan versi desktop. Menguji lebih awal jauh lebih murah daripada memperbaiki peringkat yang sudah turun.
Setelah ganti tema: Tema WordPress baru sering membawa breakpoint CSS berbeda yang merusak tata letak di layar sempit.
Sebelum peluncuran halaman produk: Halaman penjualan wajib lolos sebelum menerima trafik iklan berbayar dari Instagram atau TikTok.
Ketika trafik dari HP turun: Penurunan mendadak sering berakar pada elemen berlebar tetap yang baru ditambahkan.
Setelah memasang widget pihak ketiga: Chat bubble, pop-up, dan banner promosi kerap menutupi tombol utama di layar ponsel.
Saat halaman lambat terindeks: Periksa status penayangan lewat pemeriksa indeks, lalu pastikan penyebabnya bukan kegagalan seluler.
Sebelum audit klien: Agensi butuh bukti visual dan skor terukur untuk menyertakan rekomendasi dalam laporan.
Saat pengunjung mengeluh lambat: Bandingkan hasil dengan tes kecepatan internet untuk memisahkan masalah jaringan dari masalah halaman.
Perlu diingat, halaman di balik login atau yang memblokir bot tidak dapat diambil. Situs dengan render sisi klien penuh juga bisa menghasilkan sinyal responsif yang kurang lengkap karena CSS baru dimuat setelah JavaScript berjalan.
Konteks: Penjual kerajinan di Yogyakarta mengganti tema WooCommerce demi tampilan yang lebih modern. Proses:
Konteks: Tim pemasaran menyiapkan landing page untuk kampanye promosi menjelang Harbolnas. Proses:
Konteks: Redaksi media lokal menerima keluhan pembaca soal teks terlalu kecil di ponsel. Proses:
Konteks: Konsultan SEO menyusun laporan teknis untuk perusahaan logistik dengan puluhan halaman layanan. Proses:
Konteks: Startup fintech memindahkan blog ke subdomain baru dan ingin memastikan tidak ada regresi. Proses:
Website yang mobile friendly menyesuaikan tata letaknya secara otomatis tanpa memaksa pengunjung melakukan zoom atau menggeser layar ke samping. Enam ciri berikut adalah yang paling sering menjadi pembeda antara situs yang nyaman dan situs yang ditinggalkan dalam hitungan detik.
Poin Penting:
Skor 0 sampai 100 dihitung dari kontribusi enam pemeriksaan, tetapi dua di antaranya bersifat mematikan. Meta tag viewport yang hilang atau konten Flash langsung menggugurkan halaman berapa pun sisa skornya, karena keduanya membuat pengalaman seluler mustahil diperbaiki dengan penyesuaian kecil. Kegagalan lain seperti teks kecil, tap target berdempetan, atau lebar tetap hanya memotong poin secara proporsional.
Perbaikan viewport hampir selalu berupa satu baris meta tag di dalam kepala halaman dengan atribut width=device-width dan initial-scale=1. Untuk konten yang melebar, ganti nilai piksel tetap dengan max-width persen atau unit relatif, terutama pada tabel dan gambar. Teks kecil diselesaikan dengan menaikkan font-size dasar ke minimal 16px, sedangkan tap target butuh area sentuh setidaknya 48 piksel persegi.
Poin Penting:
Pada 1 Desember 2023, Google menghentikan tiga hal sekaligus: alat Mobile-Friendly Test, laporan Mobile Usability di Search Console, dan Mobile-Friendly Test API. Alasannya, keramahan seluler kini dianggap standar dasar, bukan lagi hal istimewa yang perlu diuji terpisah. URL alat lama kini dialihkan ke Lighthouse, sebuah audit menyeluruh yang tidak pernah memberikan jawaban ya atau tidak.
Masalahnya, banyak panduan berbahasa Indonesia yang terbit setelah tanggal tersebut masih menyuruh pembaca membuka alamat lama itu atau mencari menu Mobile Usability di Search Console. Keduanya sudah tidak ada. Alat pengganti gratis lainnya sering hanya memuat situs Anda di dalam bingkai berbentuk ponsel, dan itu bukan pengujian, melainkan pratinjau visual. Untuk sekadar melihat tampilan lintas ukuran layar, simulator resolusi layar memang berguna, tetapi ia tidak memeriksa satu pun sinyal teknis.
Poin Penting:
Mobile friendly berarti sebuah website tampil dan berfungsi optimal di layar ponsel tanpa memerlukan zoom atau scroll horizontal. Elemen seperti teks, gambar, dan menu menyesuaikan diri secara otomatis dengan lebar layar perangkat.
Ciri utamanya adalah desain responsif, ukuran teks minimal 16px, navigasi sederhana, tidak ada scroll horizontal, tombol yang berjarak cukup, dan aset yang ringan. Enam ciri ini persis yang diperiksa alat ini secara otomatis.
Google menghentikan alat tersebut pada 1 Desember 2023 dan mengalihkan URL-nya ke Lighthouse. Alasan resminya, keramahan seluler sudah menjadi standar dasar sehingga tidak perlu alat pengujian terpisah.
Tidak, laporan Mobile Usability dihentikan pada tanggal yang sama, bersama Mobile-Friendly Test API. Banyak artikel berbahasa Indonesia masih menyarankan menu ini, padahal menu tersebut sudah dihapus dari Search Console.
Desain responsif adalah teknik yang membuat tata letak menyesuaikan lebar layar, sedangkan mobile friendly adalah hasil akhir yang dirasakan pengguna. Situs bisa memakai desain responsif tetapi tetap gagal uji jika teksnya terlalu kecil atau tombolnya berdempetan.
Ya, sepenuhnya gratis tanpa pendaftaran atau batas kuota harian. Anda cukup menempelkan URL publik dan menjalankan pengujian.
Belum cukup, karena Developer Tools hanya memperkecil jendela browser desktop Anda. Alat ini mengambil halaman dengan user-agent ponsel sungguhan dan mengukur tap target lewat Chrome asli, dua hal yang tidak dilakukan mode perangkat di DevTools.
Alat berbingkai umumnya memuat situs Anda di dalam iframe sempit tanpa memeriksa sinyal apa pun. Alat ini mengurai kode sumber untuk viewport, breakpoint CSS, plugin, ukuran font, dan lebar tetap, lalu menambahkan audit tap target dari Chrome sungguhan.
Tanpa meta tag viewport, browser ponsel merender halaman selebar desktop lalu memperkecilnya, sehingga seluruh teks dan tombol menjadi mustahil dipakai. Kegagalan ini tidak dapat dikompensasi oleh perbaikan lain mana pun.
Tidak, keduanya mengukur hal berbeda. Skor di sini menilai keramahan seluler, sementara skor performa menilai kecepatan pemuatan, meskipun Core Web Vitals ditampilkan berdampingan sebagai konteks.
Tidak, server hanya dapat mengambil halaman publik tanpa autentikasi. Halaman yang memblokir bot atau membutuhkan sesi login akan gagal diambil.
Tidak selalu, karena plugin, iklan, dan kustomisasi CSS sering menambahkan elemen berlebar tetap setelah tema dipasang. Uji ulang setiap kali ada perubahan, dan ringkas skrip bawaan tema dengan pengecil file JS serta kompresor HTML.