Certificate Decoder adalah alat online yang mengubah sertifikat SSL terenkripsi menjadi informasi yang dapat dibaca manusia. Banyak web developer dan administrator server mengalami kesulitan memverifikasi detail sertifikat SSL sebelum instalasi, yang berpotensi menyebabkan error konfigurasi dan downtime website. ToolsPivot menyediakan Certificate Decoder gratis yang mendukung format PEM, DER, dan PFX untuk membantu Anda memastikan semua informasi sertifikat sudah benar sebelum dipasang di server.
Certificate Decoder berfungsi untuk mengekstrak dan menampilkan seluruh informasi yang tersimpan dalam file sertifikat SSL/TLS. Alat ini membaca data terenkripsi dalam format Base64 atau binary dan mengonversinya menjadi teks yang mudah dipahami. Proses decoding menampilkan detail seperti issuer, subject, masa berlaku, serial number, algoritma signature, dan public key information secara instan tanpa memerlukan instalasi software tambahan.
Web developer, system administrator, dan tim IT security merupakan pengguna utama Certificate Decoder. Alat ini digunakan saat memverifikasi sertifikat sebelum instalasi di server Apache, Nginx, atau IIS, mengecek masa berlaku SSL untuk mencegah expired certificate, dan memvalidasi chain of trust pada pemeriksa SSL untuk memastikan konfigurasi yang benar.
Kesalahan instalasi SSL sering terjadi karena administrator tidak memverifikasi detail sertifikat terlebih dahulu. Certificate Decoder menghilangkan risiko ini dengan menampilkan seluruh informasi sertifikat sebelum dipasang, menghemat waktu troubleshooting hingga 80% dan mencegah downtime akibat misconfiguration.
Verifikasi Instan Sebelum Instalasi: Pastikan sertifikat SSL berisi informasi yang benar sebelum dipasang di server untuk menghindari error dan konfigurasi ulang yang memakan waktu.
Deteksi Kesalahan Penerbitan: Identifikasi jika Certificate Authority (CA) menerbitkan sertifikat dengan Common Name atau Organization Name yang salah sehingga Anda dapat segera meminta re-issue.
Pencegahan Expired Certificate: Lihat tanggal Not Before dan Not After untuk menjadwalkan pembaruan SSL sebelum masa berlaku habis dan menghindari peringatan browser yang merusak kepercayaan pengunjung.
Validasi Certificate Chain: Periksa apakah sertifikat memiliki issuer yang valid dan dapat diverifikasi dengan pemeriksa keamanan website untuk memastikan chain of trust lengkap.
Pencocokan Key dengan Sertifikat: Gunakan bersama certificate key matcher untuk memastikan private key sesuai dengan sertifikat sebelum instalasi.
Hemat Waktu Troubleshooting: Diagnosa masalah SSL dengan cepat tanpa perlu menggunakan command line OpenSSL atau software khusus yang memerlukan instalasi dan pembelajaran.
Gratis Tanpa Batasan: Decode sebanyak apapun sertifikat tanpa biaya berlangganan atau registrasi akun, cocok untuk UMKM dan developer freelance di Indonesia.
Dukungan Multi-Format: Decode sertifikat dalam format PEM (Base64), DER (binary), dan PFX/P12 yang umum digunakan di berbagai platform server dan hosting Indonesia.
Tampilan Informasi Lengkap: Ekstrak semua field sertifikat termasuk Version, Serial Number, Signature Algorithm, Issuer, Subject, Validity Period, Public Key Info, dan Extensions.
Parsing Subject Alternative Name (SAN): Tampilkan semua domain dan subdomain yang dilindungi oleh sertifikat multi-domain atau wildcard SSL.
Deteksi Algoritma Signature: Identifikasi algoritma kriptografi yang digunakan seperti SHA-256, SHA-384, atau RSA untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan terkini.
Validasi Format Otomatis: Sistem otomatis mendeteksi apakah input adalah sertifikat yang valid dengan header BEGIN CERTIFICATE dan END CERTIFICATE yang benar.
Ekstraksi Public Key: Tampilkan detail public key termasuk algoritma (RSA, ECDSA, Ed25519) dan panjang key untuk verifikasi kekuatan enkripsi.
Pemrosesan Certificate Chain: Decode multiple certificates sekaligus untuk memverifikasi intermediate dan root CA dalam satu operasi, mirip dengan CSR decoder untuk request validation.
Kalkulasi Fingerprint: Hitung SHA-1 dan SHA-256 fingerprint untuk identifikasi unik sertifikat dan pencocokan dengan website SEO checker saat audit keamanan.
Output yang Terstruktur: Hasil decoding ditampilkan dalam format yang mudah dibaca dengan pengelompokan informasi yang jelas dan terorganisir.
Privasi Terjamin: Proses decoding dilakukan secara lokal di browser tanpa mengirim data sertifikat ke server eksternal.
Salin Sertifikat SSL: Buka file sertifikat (.crt, .pem, .cer) menggunakan text editor dan salin seluruh konten termasuk baris BEGIN CERTIFICATE dan END CERTIFICATE.
Tempel ke Input Field: Paste konten sertifikat ke area input yang tersedia pada halaman Certificate Decoder ToolsPivot.
Klik Decode Certificate: Tekan tombol decode untuk memulai proses parsing dan ekstraksi informasi dari sertifikat.
Analisis Hasil: Review informasi yang ditampilkan meliputi Subject, Issuer, Validity, Serial Number, dan detail teknis lainnya untuk memverifikasi kebenaran data.
Ambil Tindakan: Jika informasi salah, hubungi CA untuk re-issue. Jika benar, lanjutkan dengan instalasi sertifikat di server Anda.
Certificate Decoder paling berguna saat Anda perlu memverifikasi sertifikat SSL sebelum instalasi atau saat melakukan troubleshooting masalah keamanan website. Alat ini menjadi esensial dalam workflow pengelolaan sertifikat untuk memastikan tidak ada kesalahan yang terlewat.
Skenario Penggunaan Spesifik:
Sebelum Instalasi SSL Baru: Verifikasi Common Name dan Organization Name sudah sesuai dengan domain dan perusahaan sebelum dipasang di server hosting Indonesia.
Setelah Menerima Sertifikat dari CA: Periksa bahwa Certificate Authority telah menerbitkan sertifikat dengan spesifikasi yang diminta dalam CSR.
Saat Troubleshooting Error SSL: Identifikasi penyebab error browser seperti certificate mismatch atau chain incomplete dengan melihat detail sertifikat.
Pemeriksaan Rutin Masa Berlaku: Audit berkala untuk mencatat tanggal expiry semua sertifikat dan menjadwalkan pembaruan dengan server status checker.
Migrasi Server atau Hosting: Verifikasi sertifikat sebelum dipindahkan ke server baru dan gunakan SSL converter jika format perlu diubah.
Audit Keamanan Website: Dokumentasikan detail sertifikat sebagai bagian dari laporan security audit untuk kepatuhan regulasi.
Pengecekan Wildcard dan Multi-Domain: Pastikan semua subdomain tercantum dalam SAN extension untuk sertifikat yang melindungi multiple sites.
Untuk sertifikat yang belum diterbitkan, gunakan CSR Decoder terlebih dahulu untuk memverifikasi request sebelum dikirim ke CA.
Konteks: Pemilik toko online di Tokopedia atau Shopee yang juga memiliki website mandiri perlu memastikan SSL terpasang dengan benar untuk transaksi pembayaran.
Proses:
Hasil: Toko online terverifikasi aman dengan ikon gembok hijau yang meningkatkan kepercayaan pembeli.
Konteks: Tim IT perusahaan melakukan audit keamanan berkala untuk memenuhi standar keamanan data dan regulasi perlindungan data pribadi Indonesia.
Proses:
Hasil: Dokumentasi lengkap status keamanan SSL untuk laporan audit dan perencanaan pembaruan.
Konteks: Website UMKM menampilkan peringatan mixed content meskipun SSL sudah terpasang, mengganggu tampilan ikon gembok.
Proses:
Hasil: Identifikasi bahwa subdomain tertentu tidak tercakup dalam sertifikat dan perlu upgrade ke wildcard SSL.
Konteks: Web developer menyelesaikan proyek website klien dan perlu memastikan keamanan sebelum launch dengan memeriksa domain authority.
Proses:
Hasil: Website siap launching dengan jaminan keamanan SSL yang terverifikasi dan terdokumentasi.
Konteks: Server menampilkan error certificate chain incomplete yang menyebabkan beberapa browser tidak menampilkan situs dengan aman.
Proses:
Hasil: Chain of trust lengkap terbentuk dan browser menampilkan koneksi aman tanpa warning.
Setiap sertifikat SSL mengandung field-field penting yang menentukan validitas dan cakupan perlindungan. Memahami informasi ini membantu Anda memastikan sertifikat sesuai kebutuhan sebelum instalasi.
Field Utama yang Ditampilkan:
Certificate Decoder adalah alat online yang mengubah file sertifikat SSL terenkripsi menjadi informasi yang dapat dibaca manusia. Alat ini menampilkan detail seperti issuer, subject, masa berlaku, dan algoritma encryption dari sertifikat digital.
Certificate Decoder ToolsPivot mendukung format PEM (Base64 dengan header BEGIN/END CERTIFICATE), DER (binary), dan PFX/P12. Format PEM paling umum digunakan di server Linux dan hosting Indonesia.
Ya, proses decoding dilakukan di browser Anda tanpa mengirim data ke server eksternal. Sertifikat SSL hanya berisi public key dan informasi publik, tidak mengandung private key yang bersifat rahasia.
File sertifikat bisa didapatkan dari panel kontrol hosting, email dari Certificate Authority setelah penerbitan, atau diekspor dari server menggunakan command OpenSSL. File biasanya berekstensi .crt, .pem, atau .cer.
Certificate Decoder membaca sertifikat yang sudah diterbitkan, sedangkan CSR Decoder membaca Certificate Signing Request sebelum sertifikat diterbitkan. Keduanya digunakan pada tahap berbeda dalam proses pengelolaan SSL.
Common Name yang salah menunjukkan CA menerbitkan sertifikat dengan informasi yang tidak sesuai CSR. Segera hubungi CA untuk meminta re-issue dengan informasi yang benar sebelum instalasi.
Ya, Certificate Decoder dapat membaca sertifikat apapun termasuk yang sudah expired atau revoked. Namun sertifikat tersebut tetap tidak valid untuk mengamankan website dan perlu diperpanjang.
SAN adalah extension yang mencantumkan domain tambahan yang dilindungi sertifikat. Wildcard certificate dan multi-domain SSL menggunakan SAN untuk melindungi beberapa domain atau subdomain dalam satu sertifikat.
Paste seluruh certificate bundle termasuk intermediate certificates ke decoder. Sistem akan menampilkan setiap sertifikat dalam chain sehingga Anda dapat memverifikasi urutan dari end-entity ke root CA.
Error biasanya disebabkan format yang tidak valid, konten terpotong saat copy-paste, atau file bukan sertifikat SSL. Pastikan menyalin seluruh konten termasuk baris BEGIN dan END CERTIFICATE dengan password generator untuk keamanan tambahan.
Ya, meskipun Let's Encrypt adalah CA gratis dan terpercaya, tetap disarankan memverifikasi detail sertifikat sebelum instalasi terutama untuk memastikan domain dan validity period sudah benar.
Hasil decode menampilkan Signature Algorithm. Standar aman saat ini adalah SHA-256 atau lebih tinggi. Hindari sertifikat dengan SHA-1 yang sudah deprecated karena kerentanan keamanan, dan periksa dengan page speed checker untuk performa optimal.
Ya, ToolsPivot Certificate Decoder berfungsi penuh di browser mobile. Interface responsif memungkinkan Anda memverifikasi sertifikat dari smartphone atau tablet saat tidak di depan komputer, dan dapat dicek kompatibilitas dengan mobile friendly test.
Hak Cipta © 2018-2026 oleh ToolsPivot.com. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.
