CSR Decoder adalah alat online gratis yang menerjemahkan kode Certificate Signing Request (CSR) terenkripsi menjadi informasi terbaca manusia dalam hitungan detik. Setiap tahun, ribuan pemilik website Indonesia menghadapi penolakan sertifikat SSL karena kesalahan data dalam CSR yang tidak terdeteksi sebelum pengajuan. Alat CSR Decoder dari ToolsPivot membantu web developer, administrator server, dan pemilis UMKM memverifikasi akurasi informasi CSR sebelum mengirimkannya ke Certificate Authority (CA), mengurangi risiko penolakan dan menghemat waktu proses penerbitan SSL.
CSR Decoder bekerja dengan menganalisis blok teks terenkripsi Base64 dari Certificate Signing Request dan mengekstrak seluruh informasi yang terkandung di dalamnya. Alat ini membaca header "-----BEGIN CERTIFICATE REQUEST-----" dan footer "-----END CERTIFICATE REQUEST-----", kemudian mendekripsi data menggunakan standar PKCS#10 untuk menampilkan Common Name, Organization, Country Code, algoritma enkripsi, dan panjang kunci publik dalam format yang mudah dipahami.
Web developer dan administrator server menggunakan CSR Decoder untuk memverifikasi CSR sebelum pengajuan SSL. Penyedia hosting seperti Niagahoster, IDCloudHost, dan Rumahweb merekomendasikan verifikasi CSR untuk mencegah kesalahan konfigurasi. UMKM yang mengelola website e-commerce mereka sendiri juga memanfaatkan alat ini untuk memastikan data organisasi tercatat dengan benar sesuai dengan generator sitemap dan konfigurasi teknis lainnya.
Kesalahan penulisan nama domain, organisasi, atau kode negara dalam CSR sering menyebabkan penolakan sertifikat SSL oleh CA. Dengan mendekode CSR sebelum pengajuan, pengguna dapat mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan tersebut lebih awal, menghemat waktu hingga 48-72 jam yang biasanya diperlukan untuk proses re-generate dan validasi ulang.
Verifikasi Instan Tanpa Instalasi: Dekode CSR langsung di browser tanpa perlu menginstal OpenSSL atau software tambahan, cocok untuk pengguna yang tidak familiar dengan command line interface.
Deteksi Kesalahan Data Lebih Awal: Identifikasi typo pada Common Name, Organization, atau alamat sebelum CSR dikirim ke CA, mencegah penolakan sertifikat dan proses ulang yang memakan waktu.
Validasi Format CSR Otomatis: Sistem memeriksa apakah format CSR sudah sesuai standar PKCS#10 termasuk header dan footer yang benar, memastikan kompatibilitas dengan semua pemeriksa SSL utama.
Keamanan Data Terjamin: Alat ini tidak menyimpan CSR yang di-decode, menjaga kerahasiaan informasi organisasi dan mencegah potensi penyalahgunaan data sensitif.
Mendukung Berbagai Jenis CSR: Kompatibel dengan CSR untuk sertifikat Single Domain, Wildcard, dan Multi-Domain (SAN), termasuk CSR dengan enkripsi RSA 2048-bit hingga 4096-bit dan ECC.
Antarmuka Berbahasa Indonesia: Tampilan dan panduan dalam bahasa Indonesia memudahkan pengguna lokal memahami setiap field yang ditampilkan dari hasil decode.
Gratis Tanpa Batasan: Gunakan CSR Decoder tanpa registrasi, login, atau batasan jumlah penggunaan harian untuk kebutuhan verifikasi SSL website Anda.
Ekstraksi Common Name (CN): Menampilkan nama domain utama yang akan dilindungi sertifikat SSL, membantu memastikan domain sudah benar sebelum pengajuan.
Informasi Organisasi Lengkap: Mengekstrak Organization (O), Organizational Unit (OU), City (L), State (ST), dan Country (C) dari CSR untuk verifikasi kelengkapan data perusahaan.
Detail Kunci Publik: Menampilkan algoritma enkripsi (RSA/ECC), panjang kunci (2048/4096-bit), dan parameter kriptografi lainnya untuk memastikan kepatuhan standar keamanan.
Validasi Signature Algorithm: Mengidentifikasi algoritma tanda tangan digital seperti SHA-256 atau SHA-384 yang digunakan dalam CSR untuk kompatibilitas dengan persyaratan CA modern.
Deteksi Subject Alternative Names (SAN): Mengekstrak daftar domain tambahan pada CSR Multi-Domain, berguna bagi bisnis dengan beberapa subdomain seperti yang menggunakan generator robots.txt untuk multiple websites.
Format Output Terstruktur: Hasil decode ditampilkan dalam format yang rapi dan terorganisir, memudahkan perbandingan dengan data asli yang diinput saat generate CSR.
Validasi Header/Footer CSR: Memeriksa keberadaan dan format yang benar dari "-----BEGIN CERTIFICATE REQUEST-----" dan "-----END CERTIFICATE REQUEST-----" untuk mencegah error parsing.
Dukungan Copy-Paste Langsung: Tempel kode CSR langsung dari cPanel, Plesk, atau hasil generate OpenSSL tanpa perlu upload file terpisah.
Deteksi Karakter Invalid: Mengidentifikasi karakter khusus yang tidak diperbolehkan dalam CSR seperti @, #, $, % yang dapat menyebabkan penolakan oleh CA.
Kompatibilitas Cross-Platform: Bekerja optimal di browser desktop dan mobile, memungkinkan verifikasi CSR kapan saja tanpa tergantung pada perangkat tertentu.
Buka Halaman CSR Decoder: Akses CSR Decoder melalui browser di perangkat desktop atau mobile Anda tanpa perlu registrasi.
Salin Kode CSR: Copy seluruh blok teks CSR dari cPanel, Plesk, atau file .csr yang dihasilkan OpenSSL, pastikan menyertakan header "-----BEGIN CERTIFICATE REQUEST-----" hingga footer "-----END CERTIFICATE REQUEST-----".
Tempel di Kolom Input: Paste kode CSR ke dalam text area yang disediakan pada halaman decoder.
Klik Tombol Decode: Tekan tombol "Decode CSR" untuk memulai proses dekripsi dan ekstraksi informasi dari CSR Anda.
Verifikasi Hasil: Periksa informasi yang ditampilkan meliputi Common Name, Organization, lokasi, algoritma enkripsi, dan panjang kunci untuk memastikan semua data sudah akurat sebelum mengirim CSR ke Certificate Authority.
CSR Decoder paling dibutuhkan saat Anda perlu memverifikasi akurasi data sebelum mengajukan Certificate Signing Request ke Certificate Authority untuk penerbitan sertifikat SSL. Proses verifikasi ini krusial karena kesalahan sekecil apapun dapat menyebabkan penolakan dan memerlukan generate ulang CSR yang memakan waktu.
Skenario Penggunaan Spesifik:
Sebelum Pengajuan SSL Baru: Verifikasi CSR yang baru di-generate dari cPanel atau OpenSSL untuk memastikan tidak ada kesalahan penulisan domain atau data organisasi.
Saat Renewal Sertifikat SSL: Periksa apakah CSR lama masih relevan atau perlu diperbarui karena perubahan nama perusahaan, alamat, atau domain sebelum perpanjangan.
Troubleshooting Penolakan SSL: Decode CSR yang ditolak CA untuk mengidentifikasi field mana yang bermasalah dan perlu diperbaiki.
Migrasi Hosting atau Server: Pastikan CSR yang dipindahkan ke server baru masih valid dan tidak rusak selama proses transfer, terutama saat menggunakan pemeriksa hosting untuk verifikasi.
Audit Keamanan Website: Periksa konfigurasi CSR existing sebagai bagian dari pengecekan SEO website dan audit keamanan berkala.
Pelatihan Tim IT: Gunakan sebagai alat demonstrasi untuk memahami struktur dan komponen CSR bagi tim yang baru belajar administrasi server.
Verifikasi CSR Vendor Pihak Ketiga: Periksa CSR yang dihasilkan oleh penyedia jasa jika Anda mengoutsource pengelolaan SSL ke vendor eksternal.
CSR Decoder juga berguna untuk kasus edge seperti memverifikasi CSR dengan Subject Alternative Names (SAN) yang kompleks atau memeriksa CSR yang dihasilkan dengan algoritma enkripsi khusus seperti ECC.
Konteks: Pemilik toko online di Tokopedia atau Shopee yang memutuskan membangun website sendiri perlu memasang SSL untuk transaksi aman.
Proses:
Hasil: Pengajuan SSL disetujui tanpa revisi, website siap menerima pembayaran dalam 24 jam setelah verifikasi domain.
Konteks: Administrator IT perusahaan startup Jakarta perlu memasang SSL EV (Extended Validation) untuk website korporat yang memerlukan verifikasi organisasi ketat.
Proses:
Hasil: Proses validasi OV/EV berjalan lancar tanpa permintaan klarifikasi data dari CA, menghemat waktu hingga satu minggu.
Konteks: Developer freelance mendapat notifikasi bahwa CSR kliennya ditolak oleh Sectigo tanpa penjelasan detail penyebabnya.
Proses:
Hasil: CSR baru langsung diterima CA dan sertifikat diterbitkan dalam waktu 15 menit.
Konteks: UMKM kuliner Bandung memindahkan website dari shared hosting ke VPS Dewaweb untuk performa lebih baik.
Proses:
Hasil: Sertifikat SSL berhasil diinstall di VPS baru tanpa perlu purchase ulang, menghemat biaya perpanjangan.
Konteks: Tim IT bank digital perlu memverifikasi seluruh CSR untuk domain utama dan subdomain (internet banking, mobile API, admin portal).
Proses:
Hasil: Laporan audit lengkap dengan bukti konfigurasi SSL yang memenuhi standar regulasi OJK dan PBI tentang keamanan sistem pembayaran.
Hasil decode CSR menampilkan beberapa field penting yang perlu dipahami sebelum mengajukan permintaan sertifikat ke Certificate Authority. Common Name (CN) adalah field terpenting yang berisi nama domain lengkap (FQDN) yang akan dilindungi SSL, misalnya www.tokosaya.co.id atau *.bisnisku.com untuk wildcard. Organization (O) berisi nama legal perusahaan yang harus sesuai dengan dokumen resmi seperti akta pendirian atau NIB untuk validasi OV/EV. Country Code (C) menggunakan format dua huruf ISO 3166-1 seperti ID untuk Indonesia yang harus konsisten dengan alamat bisnis. Key Size menunjukkan panjang kunci enkripsi dengan standar minimum 2048-bit yang diwajibkan oleh CA/Browser Forum sejak 2014, sementara Signature Algorithm harus menggunakan SHA-256 atau lebih tinggi karena SHA-1 sudah deprecated.
Beberapa error umum saat decode CSR dapat diatasi dengan langkah sederhana. Error "Invalid PEM format" biasanya terjadi karena header atau footer CSR tidak lengkap saat copy-paste, pastikan menyalin dari "-----BEGIN CERTIFICATE REQUEST-----" hingga "-----END CERTIFICATE REQUEST-----" tanpa karakter tambahan. Error "Unable to decode" bisa disebabkan CSR rusak atau corrupt, solusinya generate ulang CSR dari generator CSR dengan parameter yang sama. Jika hasil decode menunjukkan field kosong pada Organization atau Locality, itu menandakan CSR di-generate tanpa informasi lengkap yang diperlukan untuk validasi OV/EV. Periksa juga apakah CSR menggunakan encoding yang benar karena beberapa sistem Windows menghasilkan file dengan BOM (Byte Order Mark) yang perlu dihapus sebelum decode.
CSR Decoder adalah alat yang menerjemahkan Certificate Signing Request terenkripsi menjadi informasi terbaca untuk memverifikasi akurasi data sebelum pengajuan SSL. Alat ini diperlukan karena kesalahan dalam CSR dapat menyebabkan penolakan sertifikat oleh Certificate Authority dan memerlukan proses ulang yang memakan waktu.
Ya, CSR hanya berisi kunci publik dan informasi organisasi yang memang dirancang untuk dibagikan ke Certificate Authority. CSR tidak mengandung private key, sehingga tidak ada risiko keamanan saat menggunakan decoder online yang terpercaya dan tidak menyimpan data.
Proses decode CSR berlangsung instan dalam hitungan detik setelah Anda menempelkan kode dan menekan tombol decode. Tidak ada antrian atau waktu tunggu karena pemrosesan dilakukan langsung langsung di sistem.
CSR Decoder membaca dan menampilkan isi CSR yang sudah ada, sedangkan generator CSR membuat CSR baru beserta private key-nya. Keduanya saling melengkapi dalam workflow penerbitan sertifikat SSL.
Decode CSR dan periksa Common Name apakah sudah sesuai domain yang ditargetkan, verifikasi Organization Name dengan dokumen legal, pastikan Country Code adalah ID untuk Indonesia, dan konfirmasi Key Size minimal 2048-bit sesuai validasi keamanan standar modern.
Secara teknis bisa, namun tidak disarankan karena best practice keamanan mengharuskan generate private key dan CSR baru setiap kali renewal untuk mengurangi risiko key compromise dalam jangka panjang.
Error biasanya terjadi karena format CSR tidak lengkap (header/footer terpotong), file corrupt, atau encoding yang salah. Coba copy ulang CSR lengkap dari sumber asli atau generate CSR baru jika masalah berlanjut.
Ya, CSR Decoder dapat membaca dan menampilkan CSR untuk sertifikat wildcard yang ditandai dengan asterisk pada Common Name seperti *.domainanda.com, termasuk menampilkan informasi SAN jika ada.
Anda harus generate CSR baru dengan Common Name yang benar karena CA akan menolak CSR jika domain tidak sesuai dengan yang diminta. Gunakan pemeriksa usia domain untuk memastikan domain sudah aktif sebelum generate CSR.
Tidak, CSR tidak pernah mengandung private key. Private key dihasilkan terpisah saat proses generate CSR dan harus disimpan dengan aman di server. CSR Decoder hanya menampilkan informasi publik yang terkandung dalam Certificate Signing Request.
ToolsPivot CSR Decoder mendukung format PEM (Base64 encoded) yang merupakan format standar untuk CSR. Pastikan CSR Anda memiliki ekstensi .csr atau .pem dan dimulai dengan header yang benar.
Masuk ke cPanel, navigasi ke SSL/TLS Manager, pilih Certificate Signing Requests, lalu copy seluruh kode CSR termasuk header dan footer. Paste ke ToolsPivot CSR Decoder dan klik decode untuk melihat informasinya.
Hak Cipta © 2018-2026 oleh ToolsPivot.com. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.
