Periksa apakah domain Anda mengarahkan setiap pengunjung ke satu alamat kanonis. Alat ini menguji keempat titik masuk (http dan https, dengan dan tanpa www), menelusuri setiap lompatan pengalihan satu per satu, dan memberi tahu Anda dengan bahasa yang jelas apakah semuanya berujung di satu URL aman sebagaimana yang diharapkan mesin pencari.
www Redirect Checker adalah alat gratis yang memeriksa apakah keempat versi alamat situs Anda, yaitu http, https, dengan www, dan tanpa www, semuanya berakhir di satu URL aman yang sama. Banyak situs Indonesia diam-diam melayani dua alamat sekaligus, sehingga Google melihatnya sebagai dua situs berbeda dan membagi kekuatan peringkat di antara keduanya. Alat ini di ToolsPivot menelusuri setiap lompatan pengalihan, menandai masalah yang merugikan SEO, lalu memberi vonis yang jelas dalam hitungan detik. Sekalian pastikan sertifikat Anda sehat lewat pemeriksa SSL.
Alat ini membangun empat pintu masuk yang mungkin dipakai pengunjung nyata, lalu menguji semuanya sekaligus dalam satu klik. Setiap versi diambil satu hop demi satu hop tanpa mengikuti pengalihan secara otomatis, sehingga seluruh rantai terlihat apa adanya, lengkap dengan kode status di tiap langkah. Bila halaman akhir mengembalikan status 200, mesin ToolsPivot juga membaca bagian head untuk mencari meta refresh, pengalihan JavaScript, dan tag canonical. Hasilnya bukan sekadar "berhasil" atau "gagal", melainkan peta lengkap perjalanan URL Anda.
Pengguna terbanyak alat ini adalah praktisi SEO, pengembang web, dan pemilik toko online yang baru memindahkan domain atau memasang SSL. Agensi memakainya untuk audit cepat sebelum menyerahkan laporan ke klien. Pemilik UMKM yang mengelola sendiri situs WordPress juga terbantu karena tidak perlu paham perintah curl untuk mengetahui apakah konfigurasinya benar. Setelah itu Anda bisa mengecek status indeks lewat pemeriksa indeks Google.
Masalah paling mahal dari pengalihan yang salah adalah konten duplikat antara versi www dan non-www. Ketika kedua versi sama-sama membuka halaman dengan status 200, backlink terpecah, laporan Search Console jadi kacau, dan peringkat tertahan tanpa alasan yang jelas. Setelah semua varian diarahkan permanen ke satu alamat HTTPS, seluruh sinyal otoritas kembali menyatu ke satu URL saja.
Waktu paling penting untuk menjalankan pemeriksaan ini adalah setiap kali ada perubahan pada alamat, protokol, atau infrastruktur situs. Perubahan kecil di berkas .htaccess atau di dasbor Cloudflare sering menimbulkan efek samping yang tidak terlihat dari browser biasa. Pemeriksaan berkala juga masuk akal karena konfigurasi bisa berubah tanpa sepengetahuan Anda ketika hosting melakukan pembaruan.
Kasus khusus juga perlu diperhatikan. Situs dengan subdomain regional atau aturan berbasis lokasi bisa memberi hasil berbeda dari server pemeriksa kami dibanding dari koneksi Telkomsel atau IndiHome di rumah Anda.
Konteks: Penjual yang sudah mapan di Tokopedia dan Shopee membangun toko mandiri agar tidak bergantung pada satu kanal.
Hasil: Backlink dari media dan blog reviewer mengalir ke satu URL, bukan terbelah dua.
Konteks: Satu tim menangani belasan situs klien dengan penyedia hosting yang berbeda-beda.
Hasil: Audit yang biasanya memakan satu jam selesai dalam waktu kurang dari sepuluh menit.
Konteks: Redaksi di Surabaya memindahkan situs ke penyedia baru demi kapasitas trafik yang lebih besar.
Hasil: Waktu muat halaman pertama turun terasa, terutama bagi pembaca di jaringan seluler. Detail penyedia bisa Anda telusuri dengan pemeriksa hosting.
Konteks: Pemilik kedai kopi di Bandung mengelola sendiri situsnya tanpa bantuan pengembang.
Hasil: Pesan "terlalu banyak pengalihan" hilang dan halaman menu kembali bisa diakses.
Konteks: Tim teknis menyiapkan dokumentasi kepatuhan sebelum peninjauan oleh mitra perbankan.
Hasil: Tidak ada lagi jalur http yang terbuka, dan bukti audit tersedia dalam format yang rapi. Sisi teknis lainnya bisa ditinjau lewat pemeriksa SEO situs.
ToolsPivot menentukan vonis dengan menilai keempat varian secara bersamaan, bukan satu per satu. Pertanyaannya sederhana: apakah semuanya menyatu ke satu URL HTTPS melalui pengalihan permanen. Bila jawabannya ya tanpa catatan, hasilnya lulus.
Cara membaca hasilnya:
Perbedaan penting antara peringatan dan masalah kritis terletak pada dampaknya terhadap indeksasi. Rantai dua hop memperlambat, sedangkan dua versi yang sama-sama hidup benar-benar memecah otoritas domain Anda. Aturan pengalihan yang lebih rumit bisa Anda susun lewat alat penulisan ulang URL.
| Kode | Jenis | Meneruskan sinyal canonical? |
|---|---|---|
| 301 / 308 | Permanen | Ya |
| 302 / 307 | Sementara | Tidak |
| Meta refresh / JavaScript | Sisi klien | Lemah, 301 dari server jauh lebih kuat |
Kesalahan paling sering di lapangan adalah memakai 302 untuk perpindahan yang sebenarnya permanen. Google memang cukup pintar untuk akhirnya memperlakukan 302 lama seperti 301, tetapi prosesnya lambat dan tidak ada jaminan waktunya. Memakai kode yang benar sejak awal jauh lebih murah daripada menunggu mesin pencari menebak maksud Anda.
Tidak ada perbedaan peringkat antara www dan non-www, dan siapa pun yang mengklaim sebaliknya sedang menjual sesuatu. Google memperlakukan keduanya setara selama Anda konsisten memilih satu. Yang merusak peringkat bukan pilihan awalannya, melainkan membiarkan keduanya hidup berdampingan.
Untuk situs baru, pilih mana saja lalu kunci pilihan itu. Untuk situs yang sudah lama berjalan, pertahankan versi yang selama ini terindeks karena mengubahnya di tengah jalan berarti memindahkan seluruh sinyal peringkat tanpa keuntungan yang sepadan. Satu-satunya pertimbangan teknis nyata adalah bahwa non-www menyulitkan penggunaan CNAME di akar domain pada sebagian penyedia DNS.
Pemeriksaan dilakukan dari satu lokasi server pada satu momen, sehingga pengalihan yang bergantung wilayah atau bersifat sesekali bisa terlihat berbeda dari tempat lain. Situs di balik CDN atau perlindungan bot juga kadang menjawab pemeriksa kami dengan 403 atau 429, padahal browser biasa dilayani normal. Opsi Googlebot membantu mengungkap perbedaan perlakuan semacam ini, tetapi tidak menghilangkannya sepenuhnya.
www Redirect Checker adalah alat yang menguji apakah versi http, https, www, dan non-www dari sebuah domain semuanya mengarah ke satu URL yang sama. Alat ini menampilkan setiap lompatan pengalihan beserta kode statusnya. Hasil akhirnya berupa vonis lulus, perlu perbaikan, atau gagal.
Alat ini sepenuhnya gratis dan tidak memerlukan pendaftaran maupun kunci API. Anda bisa langsung memasukkan domain dan melihat hasilnya.
Redirect 301 bersifat permanen dan meneruskan sinyal peringkat ke alamat tujuan, sedangkan 302 bersifat sementara dan tidak. Untuk perpindahan domain atau pengalihan www, gunakan 301 atau 308.
Karena mesin pencari memperlakukan keduanya sebagai alamat berbeda bila sama-sama menjawab dengan status 200. Akibatnya backlink dan sinyal otoritas terpecah menjadi dua, sehingga tidak ada versi yang benar-benar kuat.
Idealnya hanya satu lompatan dari alamat mana pun langsung ke tujuan akhir. Dua lompatan masih bisa diterima, tetapi tiga atau lebih memperlambat waktu muat dan sebaiknya disederhanakan.
Bisa, mode massal menerima sampai dua puluh domain dalam satu pemeriksaan. Hasilnya bisa diperluas satu per satu dan diekspor ke CSV untuk laporan.
Opsi ini menjalankan ulang pemeriksaan dengan identitas Googlebot untuk melihat apakah server Anda memperlakukan mesin pencari berbeda dari pengunjung biasa. Perbedaan seperti ini biasanya berasal dari CDN atau aturan firewall.
Perlindungan bot atau CDN kemungkinan memblokir permintaan dari server pemeriksa kami. Coba jalankan ulang dengan opsi Googlebot, atau masukkan alamat IP pemeriksa ke daftar izin di panel keamanan Anda.
Ya, halaman akhir dipindai untuk meta refresh dan pengalihan berbasis JavaScript. Keduanya ditandai sebagai pengalihan sisi klien yang nilainya lebih lemah dibanding 301 dari server.
Loop biasanya muncul karena dua aturan saling bertabrakan, misalnya antara .htaccess, plugin SSL, dan pengaturan Cloudflare. Nonaktifkan satu per satu sampai loop hilang, lalu sisakan hanya satu sumber aturan. Setelah beres, periksa apakah tautan internal Anda masih utuh dengan pemeriksa tautan rusak.
Tidak, canonical hanya memberi saran kepada mesin pencari sedangkan redirect memaksa perpindahan. Untuk konsolidasi www dan non-www, redirect 301 di sisi server tetap yang paling kuat.
Kirim ulang peta situs Anda dan pantau indeksasi selama beberapa minggu, karena Google butuh waktu untuk memproses perubahan. Buat peta situs yang bersih lewat generator sitemap, lalu awasi pergerakan posisi dengan pemeriksa peringkat kata kunci.