Masukkan URL
Open Graph Checker adalah alat gratis untuk memeriksa dan memvalidasi meta tag Open Graph pada halaman website Anda. Ketika link website dibagikan ke Facebook, LinkedIn, atau WhatsApp, tampilan preview sering tidak sesuai harapan karena kesalahan konfigurasi OG tag. ToolsPivot menyediakan Open Graph Checker yang menganalisis semua properti og:title, og:description, og:image, dan og:url secara instan, membantu pemilik website, digital marketer, dan pengelola UMKM memastikan konten mereka tampil optimal saat dibagikan di media sosial.
Open Graph Checker ToolsPivot mengekstrak dan menampilkan semua meta tag Open Graph dari URL yang Anda masukkan. Alat ini membaca source code halaman, mengidentifikasi tag dengan prefix "og:", dan menampilkan hasilnya dalam format terstruktur yang mudah dibaca. Proses analisis dilakukan secara real-time tanpa perlu instalasi software atau ekstensi browser tambahan.
Digital marketer menggunakan alat ini sebelum menjalankan kampanye iklan Facebook untuk memastikan preview link optimal. Content creator dan blogger memeriksa tampilan artikel sebelum dibagikan ke grup WhatsApp atau LinkedIn. Pemilik toko online di Tokopedia dan Shopee yang memiliki website sendiri memvalidasi OG tag untuk meningkatkan click-through rate saat produk dibagikan di media sosial.
Banyak website Indonesia menampilkan preview kosong atau gambar salah saat dibagikan karena OG tag tidak dikonfigurasi dengan benar. Tanpa alat pemeriksaan, kesalahan ini baru diketahui setelah konten sudah tersebar. Open Graph Checker mendeteksi masalah sebelum publikasi, menghemat waktu perbaikan dan menjaga profesionalitas brand saat konten dibagikan.
Validasi Instan OG Tag: Periksa semua properti Open Graph dalam hitungan detik tanpa perlu membuka source code secara manual. Hasil analisis langsung menunjukkan tag mana yang ada dan mana yang hilang.
Preview Tampilan Social Share: Lihat bagaimana link Anda akan tampil di Facebook, LinkedIn, dan platform lain sebelum benar-benar dibagikan. Fitur ini membantu mengoptimalkan generator meta tag yang sudah Anda buat.
Deteksi Error Konfigurasi: Identifikasi kesalahan umum seperti gambar terlalu kecil, judul terpotong, atau URL tidak valid yang dapat menurunkan engagement saat sharing.
Gratis Tanpa Batasan: Gunakan alat ini sebanyak yang diperlukan tanpa biaya atau registrasi. Cocok untuk UMKM dan freelancer dengan budget terbatas.
Kompatibel Semua Platform: Hasil pemeriksaan relevan untuk Facebook, LinkedIn, WhatsApp, Telegram, Discord, dan platform lain yang mendukung Open Graph protocol.
Analisis Komprehensif: Tidak hanya memeriksa tag dasar, tetapi juga properti tambahan seperti og:type, og:locale, og:site_name, dan tag Facebook-specific lainnya.
Akselerasi Workflow SEO: Integrasikan pemeriksaan OG tag ke dalam rutinitas audit website bersama penganalisis meta tag untuk optimasi on-page yang menyeluruh.
Ekstraksi Multi-Property: Membaca semua varian tag OG termasuk og:title, og:description, og:image, og:url, og:type, og:locale, og:site_name, og:video, dan properti artikel seperti article:published_time.
Image Preview & Dimension Check: Menampilkan preview gambar OG beserta dimensi aktualnya. Facebook merekomendasikan minimal 1200x630 piksel untuk tampilan optimal di feed.
Character Count Display: Menghitung jumlah karakter pada og:title dan og:description untuk memastikan tidak terpotong. Gunakan penghitung kata untuk analisis teks lebih detail.
URL Validation: Memeriksa apakah og:url mengarah ke canonical URL yang benar dan dapat diakses publik.
Missing Tag Alert: Memberikan peringatan visual untuk tag wajib yang tidak ditemukan, memudahkan identifikasi area perbaikan.
Raw HTML View: Opsi untuk melihat kode HTML mentah dari meta tag yang terdeteksi, berguna untuk developer yang perlu debugging lebih lanjut.
Mobile & Desktop Simulation: Pratinjau bagaimana preview akan tampil di perangkat mobile versus desktop, mengingat perbedaan layout platform.
Batch URL Support: Periksa beberapa URL sekaligus untuk audit website skala besar atau pemeriksaan sebelum migrasi domain.
Export Hasil Analisis: Simpan hasil pemeriksaan dalam format yang dapat dibagikan ke tim development atau klien.
Integrasi dengan Facebook Debugger: Hasil kompatibel dengan Facebook Sharing Debugger untuk proses cache refresh yang lebih cepat.
Masukkan URL: Ketik atau paste URL halaman website yang ingin diperiksa ke dalam kolom input. Pastikan URL lengkap dengan protokol https:// atau http://.
Klik Tombol Check: Tekan tombol "Check" atau "Periksa" untuk memulai proses analisis. Sistem akan mengambil konten halaman secara real-time.
Tunggu Proses Ekstraksi: ToolsPivot mengunduh HTML halaman dan mem-parsing semua meta tag dengan prefix "og:" dalam beberapa detik.
Review Hasil Analisis: Periksa daftar properti OG yang terdeteksi beserta nilainya. Perhatikan peringatan untuk tag yang hilang atau bermasalah.
Lakukan Perbaikan: Berdasarkan hasil, edit file HTML atau CMS website Anda untuk menambahkan atau memperbaiki tag yang bermasalah. Gunakan editor HTML online jika perlu mengedit kode secara cepat.
Verifikasi Ulang: Setelah perbaikan dipublish, jalankan pemeriksaan lagi untuk memastikan semua tag sudah terkonfigurasi dengan benar.
Open Graph Checker paling bermanfaat digunakan sebelum membagikan konten penting ke media sosial atau saat troubleshooting tampilan preview yang tidak sesuai. Alat ini menjadi bagian essential dari workflow quality assurance untuk tim marketing dan web developer.
Sebelum Peluncuran Konten Baru: Periksa setiap halaman landing page, artikel blog, atau halaman produk sebelum dipublikasikan dan dibagikan ke audiens.
Saat Menjalankan Kampanye Iklan: Validasi OG tag sebelum submit iklan Facebook atau LinkedIn untuk memastikan preview menarik dan profesional.
Setelah Update Website: Migrasi CMS, pergantian theme, atau update plugin dapat mengubah konfigurasi OG tag tanpa disadari.
Ketika Preview Terlihat Salah: Jika gambar tidak muncul atau judul terpotong saat link dibagikan, gunakan checker untuk identifikasi penyebabnya.
Audit Website Berkala: Masukkan pemeriksaan OG tag ke dalam rutinitas pemeriksa SEO website bulanan untuk memastikan konsistensi.
Sebelum Outreach ke Media: Saat mengirim press release atau artikel ke jurnalis, pastikan link yang dibagikan menampilkan preview optimal.
Optimasi Konten E-commerce: Halaman produk dengan OG tag yang baik mendapat lebih banyak klik saat dibagikan di grup Facebook atau story Instagram.
Debugging Integrasi API: Developer yang mengintegrasikan sharing functionality perlu memvalidasi output OG tag dari sistem mereka.
Konteks: Blogger Indonesia ingin artikelnya mendapat lebih banyak klik saat dibagikan ke grup Facebook niche.
Proses:
Hasil: Artikel dengan OG tag optimal mendapat 40% lebih banyak klik dibanding yang menggunakan default WordPress.
Konteks: Pemilik toko online yang menjual di Tokopedia sekaligus website sendiri ingin memaksimalkan traffic dari share WhatsApp.
Proses:
Hasil: Preview produk yang menarik meningkatkan konversi dari referral WhatsApp sebesar 25%.
Konteks: Digital agency di Jakarta mempersiapkan landing page untuk kampanye klien dengan budget iklan besar.
Proses:
Hasil: Iklan berjalan tanpa masalah preview, menghindari pemborosan budget dan kesan tidak profesional.
Konteks: Perusahaan melakukan migrasi dari WordPress ke headless CMS dan perlu memastikan OG tag tetap berfungsi.
Proses:
Hasil: Migrasi berhasil tanpa kehilangan social sharing engagement yang sudah terbangun.
Konteks: UMKM kuliner di Bandung akan meluncurkan promo spesial dan berharap konten dibagikan viral di media sosial.
Proses:
Hasil: Konten promo tampil profesional dan engaging, meningkatkan organic sharing dari pelanggan.
Open Graph protocol dikembangkan oleh Facebook pada 2010 untuk mengontrol bagaimana konten web ditampilkan saat dibagikan di platform sosial. Setiap properti OG memiliki fungsi spesifik yang mempengaruhi tampilan preview link.
Properti Wajib:
Properti Tambahan:
Pasar Indonesia memiliki karakteristik unik dalam konsumsi konten di media sosial. WhatsApp mendominasi sharing konten dengan lebih dari 80% pengguna internet Indonesia aktif menggunakannya. Facebook tetap relevan terutama untuk audiens 25-44 tahun, sementara LinkedIn berkembang pesat untuk konten profesional dan B2B.
Best Practice untuk Audiens Indonesia:
Untuk konten e-commerce, pastikan harga dalam Rupiah terlihat jelas di preview. Gunakan pemeriksa kepadatan kata kunci untuk memastikan kata kunci target ada di og:description tanpa keyword stuffing.
Beberapa masalah sering ditemui saat memeriksa OG tag website Indonesia. Berikut solusi untuk error yang paling umum terjadi.
Gambar Tidak Muncul: Penyebab utama adalah URL gambar tidak absolute (harus https://domain.com/image.jpg, bukan /image.jpg). Pastikan juga gambar dapat diakses publik, bukan di-block oleh robots.txt atau memerlukan login. Periksa dengan simulator spider apakah bot dapat mengakses gambar.
Preview Tidak Update Setelah Perubahan: Facebook meng-cache OG tag secara agresif. Setelah memperbaiki tag, gunakan Facebook Sharing Debugger untuk memaksa refresh cache. Proses ini bisa memakan waktu 24 jam untuk propagasi penuh.
Judul atau Deskripsi Terpotong: Batasi og:title maksimal 60 karakter dan og:description maksimal 155 karakter untuk tampilan penuh tanpa ellipsis.
Open Graph adalah protokol meta tag yang mengontrol tampilan preview link saat website dibagikan di Facebook, LinkedIn, WhatsApp, dan platform sosial lainnya. Tanpa OG tag yang tepat, platform akan mengambil konten acak dari halaman, menghasilkan preview tidak menarik yang menurunkan click-through rate hingga 50%.
Ya, Open Graph Checker ToolsPivot sepenuhnya gratis tanpa batasan jumlah pengecekan. Tidak perlu registrasi atau login untuk menggunakan alat ini.
Pastikan URL gambar menggunakan format absolute dengan https://, dimensi minimal 200x200 piksel (idealnya 1200x630 piksel), dan file dapat diakses publik. Setelah memperbaiki, gunakan Facebook Debugger untuk refresh cache.
Open Graph dikembangkan Facebook untuk platform mereka, sedangkan generator Twitter Card adalah standar Twitter sendiri. Keduanya memiliki fungsi serupa tetapi syntax berbeda. Sebaiknya implementasikan keduanya untuk coverage maksimal di semua platform.
Facebook merekomendasikan 1200x630 piksel dengan rasio 1.91:1. Ukuran minimum yang diterima adalah 200x200 piksel, tetapi akan ditampilkan lebih kecil di feed. Gunakan pengubah ukuran gambar untuk menyesuaikan dimensi gambar.
Open Graph tidak menjadi faktor ranking langsung di Google. Namun, preview yang menarik meningkatkan click-through rate dan social sharing, yang secara tidak langsung dapat meningkatkan traffic dan engagement signals.
Gunakan plugin SEO seperti Yoast SEO atau Rank Math yang otomatis menghasilkan OG tag. Alternatifnya, tambahkan meta tag secara manual di header.php theme atau gunakan custom fields untuk kontrol per-halaman.
Setiap platform memiliki cara berbeda dalam memproses dan menampilkan OG tag. WhatsApp cenderung crop gambar lebih agresif dan memiliki limit karakter berbeda. Selalu test preview di semua platform target sebelum sharing.
Tidak wajib, tetapi sangat direkomendasikan. Menambahkan og:locale="id_ID" membantu platform memahami bahasa konten dan menampilkan format tanggal/angka sesuai lokalisasi Indonesia.
Gunakan Open Graph Checker yang sama dengan memasukkan URL website kompetitor. Analisis OG tag mereka untuk benchmark dan identifikasi strategi yang bisa diadaptasi untuk website Anda sendiri.
Platform sosial akan mencoba mengekstrak informasi secara otomatis dari halaman, sering menghasilkan judul tidak relevan, gambar acak, atau preview kosong. Hal ini menurunkan profesionalitas brand dan engagement rate secara signifikan.
Ya, og:image bisa berbeda dari gambar yang ditampilkan di halaman website. Ini memungkinkan optimasi khusus untuk social sharing tanpa mengubah desain halaman. Pastikan gambar tetap relevan dengan konten untuk menghindari click-bait.
Facebook meng-cache OG tag selama minimal 7 hari. Untuk memaksa refresh lebih cepat, gunakan Facebook Sharing Debugger dan klik "Scrape Again". Perubahan akan terlihat dalam beberapa menit setelah scrape ulang.
Hak Cipta © 2018-2026 oleh ToolsPivot.com. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.
